Aniaya Warga, Camat Ambalawi Dilapor Polisi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Oknum Camat Kecamatan Ambalawi Drs. Saidin, Sp diduga menganiaya Farhan, warga Dusun Nipa Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Selasa (6/10).  Kini, Oknum Camat tersebut, harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Ilustrasi

Ilustrasi

Farhan yang juga warga Pegiat LSM Institus Transparansi Kebijakan (ITK) Bima Farhan mengaku, penganiyaan bermula ketika ia dan belasan temannya menghentikan rombongan Bupati Bima saat menuju Kecamatan Ambalawi untuk kegiatan BBGRM.

Alasan ia memberhentikan mobil Bupati saat itu, hendak berdialog masalah pemberian bantuan Pemerintah Kabupaten Bima ke Masjid Ataqwa dan Masjid Asifa di Desa Nipa.

”Saat itu, tiba-tiba saja seorang pegawai turun dari mobil pengawalan dan mendorong saya hingga terjatuh,” ceritanya, Kamis (9/10).

Setelah itu, lanjutnya, datang oknum Camat menarik kerah bajunya, kemudian menendang dan memukul mata kirinya hingga memar.

Saat itu juga, ia dan bersama teman-temannya melapor sikap arogansi Saidin ke Polsek Ambalawi. “Kami minta Polisi usut tuntas kasus ini. Kami menuntut keadilan, bila Perlu Bupati juga copot Saidin dari jabatannya,” desak Farhan.

Camat Ambalawi Drs. Saidin, Sp yang dihubungi via seluler membantah dirinya telah menganiaya Farhan. ”Karena jalan diblokir, masyarakat berkerumunan. Jadi saya tidak tahu siapa yang memukulnya,” elaknya.

Saidin juga mengaku telah mengetahui dirinya di lapor ke Polisi. Namun, hingga saat ini ia belum dipanggil Penyidik untuk memberikan keterangan. ”Itu hanya kata Farhan saja. Saya tidak pernah melakukan tindakan bodoh seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ambalawi IPDA. Wahyudin membenarkan laporan terkait penganiyaan yang diduga dilakukan oleh oknum Camat Ambalawi terhadap Farhan. ”Saat ini kasusnya sedang diproses,” katanya singkat.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *