Soal Karampi, Pemerintah Dituding Keterlaluan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemberitaan soal warga Desa Karampi Kecamatan Langgudu mengalami krisis pangan dan harus mengkonsumsi umbi-umbian (Baca. Lahan Kering, Tiga Bulan Warga Konsumsi Umbi), juga ditanggapi anggota DPRD Kabupaten Bima. Pemerintah setempat bahkan dituding keterlaluan membiarkan itu terjadi.

Edy Muhlis, S.Sos. Foto: Bin

Edy Muhlis, S.Sos. Foto: Bin

Edi Muklis, Wakil Rakyat di Kabupaten Bima, menilai krisis pangan di Desa tersebut sungguh memalukan. Baik untuk Pemerintah, maupun istansi terkait. “Tiga bulan tidak makan nasi karena krisis pangan, kemudian pemerintah tidak tahu, itu keterlaluan dan memalukan,” tudingnya.

Apalagi, hal itu diketahui beberapa hari ini setelah munculnya pemberitaan di media. Kinerja pemerintah khususnya Desa dan Camat pun dinilai tidak maksimal. Bahkan disinyalir pemerintah sengaja menutup mata dengan kondisi masyarakat. “Ini adalah aib bagi kinerja pemerintah,” tegasnya.

Menurut Duta Partai Nasdem itu Pemerintah hingga tingkat bawah tidak bereaksi cepat. Dan membuat Pemerintah kecolongan dalam menjalankan tugasnya.

“Ini kejadian luar biasa yang harus segera mendapat penanganan Pemerintah. Itu kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak,” sorotnya.

Ia pun mendesak pemerintah segera mengatasi krisis pangan warga Desa Karampi tersebut. (Baca. Pemerintah Janji Segera Tangani Warga Desa Karampi). (Baca. Chandra: Warga Desa Karampi Biasa Makan Umbi)

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *