Saat Razia, Polisi Aniaya Remaja

Kota Bima, Kahaba.- Program Kapolda NTB membangun Polisi yang humanis dan berkarakter sepertinya tidak berlaku untuk anggota Lantas Polres Bima Kota. Pasalnya, seorang remaja Agam Islamiyah yang sedang mengendarai sepeda motor, justru dianiaya polisi saat razia di perbatasan Kota dan Kabupaten Bima, Sabtu (12/10).

Ilustrasi

Ilustrasi

Akibatnya, remaja yang merupakan pelajar sekolah menengah atas ini mengalami patah kedua jarinya dan memar dibagian lutut kanan. Ia dipukul oleh sejumlah anggota polisi dengan menggunakan tongkat.

Menurut Agam, kejadian berawal saat dirinya hendak pulang menuju rumahnya di Desa Nata Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, dengan mengendarai sepeda motornya. Tiba-tiba dicegat oleh anggota polisi yang tengah melakukan razia ditempat gelap.

“Karena kaget dam tidak melihat ada tanda-tanda razia, Saya berusaha kabur. Tapi akhirnya sejumlah anggota polisi menghadang dan memukuli saya dengan tongkat,” ujarnya.

Dari kejadian itu, ia langsung menuju Puskesmas terdekat karena dua jari kanannya patah, serta mengalami bengkak di bagian lutut kaki kanan. “Setelah itu saya melapor kejadian itu diantar keluarga ke Kantor Mapolres Bima Kota. Kami minta oknum anggota polisi ditindak tegas,” pintanya.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Dodik Hartono, SH, SIK mengaku, kejadian itu diluar dari kontrolnya, meski ia berada dalam lokasi razia tersebut.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *