Festival Kopi Tambora, Dinas Perkebunan Hanya Sebagai Undangan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Festival Kopi Tambora pekan depan akan dihelat, tepatnya tanggal 20 Oktober (Baca. Festival Kopi Tambora Siap Digelar). Acara yang digelar di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora itu, telah menjadi kalender tahunan Pemerintah Kabupaten Bima.

Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bima. Sulfan Akbar, S.Sos. Foto: Bin

Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bima. Sulfan Akbar, S.Sos. Foto: Bin

Namun, pekerjaan dimaksud ternyata hanya digarap sendiri oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bima. Dinas Perkebunan selaku pemilik lahan perhelatan itu tak mendapat koordinasi, hanya diberikan undangan sebagai peserta.

“Kita tidak pernah dikoordinasikan mengenai acara itu, padahal itu lahan yang dikelola Dinas Perkebunan. Kita baru terima undangan sebagai peserta untuk hadir pada acara dimaksud,” ujar Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Bima. Sulfan Akbar, S.Sos, Selasa (14/10).

Paling tidak, menurut dia, namanya Kopi Tambora sebagai aset daerah, yang dikelola oleh Dinas nya, dikerjakan bersama sama dan harus ada koordinasi. “Sama-sama jalan, Pariwisata dengan nilai wisatanya, dari Dinas kami mengangkat nilai kopi sebagai aset yang perlu dipromosikan dan kita kembangkan,” jelasnya.

Kata Sulfan, selama ini kebun kopi dikelola Dinas Perkebunan. Dengan luas kebun kopi yang produktif 145 Ha, telah banyak memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun ini saja,
target biji bersih Kopi sebanyak 10.000 Kilo, dengan tiga kali panen.

“Tahun kemarin mencapai target, jika dalam jumlah uang sekitar 175 juta. Kopi dibeli dalam jumlah banyak oleh orang luar daerah Bima,” katanya.

Untuk itu, ia berharap agar agenda tahunan itu bisa selalu dikoordinasikan dengan Dinas terkait. Selain Dinas Pariwisata, Dinas Perkebunan selaku pengelola dan pemilik lahan juga bisa diajak serta.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *