Terjebak Gelombang, Empat Pemancing Dievakuasi SAR

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gelombang besar menghantam empat orang pemancing disekitar teluk Bima, Kamis (16/10) pukul 19.00 WITA. Jika saja mereka tidak cepat menelpon keluarga agar segera menghubungi SAR, kemungkinan nyawa mereka tak selamat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Empat orang dimaksud, masing-masing Rio Akbar (20) dan Junaidin (32) warga Kelurahan Rontu, Salahudin (29) warga Kelurahan Rabadompu dan Abdurahman (30) Warga Kelurahan Lewirato. Mereka memancing diatas kerambah dan terjebak selama enam jam.

Mendapatkan informasi tersebut, Tim SAR Bima kemudian mengevakuasi korban yang sudah lemah terhempas gelombang.

“Kami dapat informasi dari keluarga korban, mereka terjebak dan tak kunjung dijemput perahu yang disewa. Saat itu juga kami turun menggunakan kapal penyelamat berkecepatan penuh,” ujar Petugas SAR Bima, Arif Ardiansyah.

Lanjutnya, angin dan gelombang besar sejak siang hingga malam itu menyeret kerambah yang tidak terikat kuat. “Korban diperkirakan terjebak dari pukul 12.00 siang sampai 18.00 WITA, kemudian dievakuasi sejauh dua kilometer dari daratan dengan kondisi lemah,” jelasnya.

Sementar itu, Rio Akbar mengaku awalnya masuk menggunakan perahu penjaga kerambah. Pemilik perahu berjanji akan menjemput kembali pada sore hari. Namun menjelang malam, tak kunjung datang. Padahal cuaca dari sejak pukul 13.00 WITA sudah mulai buruk, gelombang tinggi dan angin kencang, kerambah pun terus bergerak terbawa arus.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *