Di Langgudu, Bukan SDA yang Tidur, Tapi Pemerintah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis. S.Sos mengapresiasi langkah tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Bima dengan distribusi raskin untuk empat Desa di Kecamatan Langgudu yang krisis pangan.

Edy Muhlis, S.Sos. Foto: Bin

Edy Muhlis, S.Sos. Foto: Bin

Namun, upaya itu hanya berlaku sementara. Karena perlu ada program jangka panjang untuk meningkatkan hajat hidup masyarakat setempat, melalui sentuhan sejumlah sektor yang memiliki kekayaan luar biasa.

“Saya salut dengan bantuan raskin yang dilakukan Pemerintah, tapi itu bukan penyelesaian. Karena raskin itu hanya dikonsumsi seminggu. Harus ada program jangka panjang yang diberikan Pemerintah, agar krisis pangan tidak kembali terjadi,” ujarnya, Sabtu (18/10).

Menurutnya, persoalan krisis pangan di Kecamatan Langgudu akan kembali berpotensi terjadi, jika tidak disertai dengan pemanfaatan potensi dan kekayaan alam Kecamatan setempat. Perlu ada perhatian Pemerintah untuk merangsang tumbuhnya geliat ekonomi rakyat setempat untuk mengolah kekayaan alam.

“Yang kami lihat selama ini, sumber daya alam (SDA) tidak dikelola dengan baik. Bukan SDA yang tertidur pulas, melainkan pemerintah daerahnya yang masih tertidur,” sorotnya.

Kata dia, Pemerintah harus melakukan identifikasi potensi wilayah kedepan, agar dikelola dengan maksimal dan melibatkan rakyat sebagai ujung tombak penggalian potensi. Karena, banyak potensi yang ada di Kecamaatan Langgudu yang harus di gali dan dimanfaatkan. “Seperti perikanan dan kelautan, dibanding Kecamatan lain, Langgudu punya itu dengan potensi yang sangat besar,” kata Kata duta Partai Nasdem itu.

Ia juga menyorot, pada Dinas Perikanan dan Kelautan juga cukup banyak menyediakan kebutuhan laut, tapi tidak tersalurkan dengan baik. Yang dapat bantuan, hanya orang orang itu saja, tidak oleh masyarakat yang tidak memiliki akses.

Kemudian sektor pertanian, tambahnya, Langgudu memiliki lahan untuk bisa dilakukan pembukaan lahan baru. Lalu, perkebunan dan peternakan. “Sektor sektor ini harus disentuh, agar masyarakat disana bisa mengolah kekayaan alam dengan baik,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *