Kekeringan, Sehari Lima Ekor Hewan Mati

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Kekeringan di Kabupaten Dompu, tepatnya di Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, berdampak buruk bagi ternak. Sejak musim kemarau, dalam sehari hewan mati sebanyak lima ekor. Hewan tidak hanya kesulitan mendapatkan air, rumput dan makanan yang biasa dimakan pun sulit ditemukan. Batang kayu, pun menjadi pilihan untuk dimakan.

Foto oleh: Bin

Kerbau yang ditemukan mati. (Foto oleh: Bin)

Pantauan Kahaba, kering kerontang menjadi pemandangan disepanjang jalan Kecamatan setempat. Pohon dan tumbuhan hanya tinggal batang dan ranting kering. Disekitarnya juga terlihat beberapa ekor kerbau yang terkapar mati, beraroma tidak sedap dan sudah dipenuhi cacing. Ditempat lain juga demikian, kerbau mati karena dampak kekeringan panjang. Tidak jauh dari lokasi itu, berdiri bangunan Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali Instalasi Dompu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Staf dan pegawai setempat pun tidak bisa berbuat banyak.

Foto oleh: Bin

Kerbau lain yang ditemukan mati. (Foto oleh: Bin)

“Dalam sehari, jumlah hewan mati tiga ekor, bahkan mencapai lima ekor. Kami pun setiap hari selalu mendapatkan laporan hewan mati dari masyarakat,” ujar Sukardin, pegawai setempat, Minggu (19/10). Dia menyebutkan, jumlah hewan seperti Kerbau, Sapi dan Kuda di Kecamatan setempat sekitar 200 ribu ekor. Namun populasinya sudah mulai berkurang. “Sejak kemarau tahun ini, yang sudah mati mencapai ratusan ekor,” sebutnya. Sementara hewan milik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sekitar 70  ekor.

Foto oleh: Bin

bangunan Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali Instalasi Dompu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.(Foto: Bin)

Namun jumlah itu sudah mulai berkurang, mati karena mengalami kekeringan. “Kami juga kesulitan mendapatkan air. Selama ini, kita memberi minum dari air sungai yang sudah mulai mengering. Namun itu tidak mampu mencukupi kebutuhan hewan,” jelasnya. Pihaknya pun berharap, Pemerintah bisa membantu mengantisipasi masalah ini. Minimal memberikan bantuan bor air. Bantuan itu tidak hanya untuk hewan yang diternak oleh mereka, tapi juga untuk hewan milik masyarakat setempat yang berkeliaran di lahan tandus.

Selain itu, Sukardin menambahkan, Pemerintah juga membantu makanan ternak, seperti rumput gajah dan dedauan lain.

*Bin

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *