Festival Kopi Tambora, Hambar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kegiatan Festival Kopi Tambora yang dihelat di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Senin (20/10) sepi, hambar, dan tidak senikmat rasa kopinya. Acaranya hanya berlangsung singkat, partisipasi warga setempat juga terbilang sedikit. (Baca. Festival Kopi Tambora, Digelar)

Prosesi Festival Kopi Tambora. Foto: Bin

Prosesi Festival Kopi Tambora. Foto: Bin

Tahun lalu, acaranya tidak sesepi sekarang. Warga yang ikut lomba pada Tahun lalu mencapai 50 orang, Pasanggrahan di atas kebun Kopi ramai pengunjung. Sementara Tahun ini, pesertanya hanya 13 orang. Hingar bingar festival sama sekali tak terlihat. Bahkan Kepala Desa Oi Bura dan pihak dari Dinas Perkebunan tidak hadir.

Masuk diwilayah pasanggrahan saja tidak satupun terlihat spanduk atau umbul-umbul yang biasanya tersimpan saat ada acara seperti festival. Kegiatannya seolah tak ditata dengan baik dan maksimal.

“Perasaan anda juga sama seperti saya. Saya juga merasakan hambar, tapi nanti coba ditanyakan ke Pak Kadis Pariwisata dan Kebudayaan,” ujar Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bima, H. Muslih.

Aminah, peserta Festival tengah memproses racikan kopi. Foto: Bin

Aminah, peserta Festival tengah memproses racikan kopi. Foto: Bin

Padahal, diakuinya sudah koordinasi dengan Dinas Perkebunan, Camat Tambora, UPT Perkebunan, Kepala Desa setempat. Tapi memang terasa ada yang kurang.

“Tahun 2013 lalu, ramai. Sebanyak 50 orang ambil bagian menjadi peserta lomba, tapi sekarang saya tidak tahu, jawabannya mungkin ada sama Pak Kadis,” katanya kembali menyebut nama Kepala Dinas terkait.

Tambahnya, anggaran pelaksanaan tahun ini Rp 30 Juta, sementara tahun lalu sebanyak Rp 25 juta. “Ya jika dilihat dari anggarannya, mestinya tahun ini acaranya bisa lebih besar,” terangnya.

Camat Tambora Kabupaten Bima, Drs. Mahmud saat ditanya mengaku tidak tau persis. Tapi menurut versi dinas Perkebunan, tidak ada koordinasi, sementara menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengaku sudah. “Mungkin ada miskomunikasi. Hanya tahun ini aja yang sepi,” tuturnya.

Ia juga menjawab tidak tahu pasti kenapa masyarakat tidak banyak yang datang, “Saya juga heran kenapa seperti ini. Pada tahun sebelumnya tetap ramai, masyarakat terlibat aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bima Drs. Syafrudin mengatakan, masyarakat sudah tahu acara Festival Kopi. Tapi ada masalah ditingkat Desa. Kepala Desa Oi Bura, diakuinya justru meminta kepada masyarakat untuk tidak berpartisipasi. Alasannya juga tidak jelas. Padahal masyarakat awalnya sudah siap-siap.

“Kemungkinan ada insiden antara Kepala Desa Oi Bura dengan penjaga Pasanggrahan. Yang berdampak pada kegiatan tersebut,” dalihnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *