Diduga, Kepala Kesbanglinmaspol Tilep Uang Travel Umroh

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Kesbanglinmaspol Kabupaten Bima, H. Sumarsono, SH diduga tilep uang travel umroh milik pengusaha Travel Umroh asal Lombok Tengah, H. Maulana. Pemilik CV At Talbiah ini mengaku merugi puluhan juta rupiah, karena ditipu Sumarsono.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepada pekerja media, Maulana menceritakan, kenal Sumarsono Tahun 2013 silam. Awalnya pejabat eselon III Setda Kabupaten Bima itu menjadi mitra bisnis salah satu Travel Umroh milik Tuan Guru di Lombok. Kemudian, mulai mengenal dirinya karena menjalani bisnis yang sama.

“Karena ada masalah dengan setoran uang jama’ah, dia tidak lagi bermitra bisnis dengan Tuan Guru. Tapi saya tetap percaya kepada beliau karena seorang pejabat juga,” ceritanya di salah satu rumah makan di Kota Bima, Senin (20/10).

Saat pertama datang, diakuinya, Sumarsono langsung mendaftarkan nama Calon Jama’ah Umroh lima orang asal Kabupaten Bima. Perjanjian saat itu, dari ongkos umroh Rp 23,5 juta, dia mendapatkan Rp 500 ribu perjama’ah. Artinya, dari jumlah ongkos jama’ah umroh lima orang Rp 117,5 juta, Sumarsono mendapatkan Rp 2,5 juta.

Tapi saat calon jama’ah mau berangkat, yang bersangkutan hanya menyetorkan uang Rp 80 juta. Pertama Rp 50 juta, kedua Rp 30 juta. Alasannya, itu sebagai uang muka, sisanya segera dibayarkan lagi.

Saat menyetorkan uang muka tersebut, lanjutnya, Sumarsono meminta agar merahasiakan kepada calon jama’ah yang akan berangkat, jika sisa uang belum diserahkan. Dirinya pun mengiyakan tanpa curiga apa-apa karena percaya sebagai mitra bisnis.

Hingga jama’ah umroh pulang, sisa uang tersebut tak kunjung diserahkan kepadanya. Padahal, untuk menutupi kekurangan itu dirinya telah menggunakan uang simpanan travel.

Namun, berdasrakan informasi yang diperolehnya dari jama’ah umroh yang pulang, ternyata semua uang telah dilunasi oleh jama’ah sejak sebelum berangkat. Dirinya pun merasa telah dikhianati Sumarsono.

“Uang yang masih tersisa itu kemudian saya tagih, tapi hingga kini belum juga dilunasinya dengan berbagai alasan,” ungkapnya.

Setelah terus didesak, Sumarsono berjanji mengembalikan semua uang itu. Namun, saat ditagih beberapa waktu lalu hanya diberikan Rp 7 juta, setelah itu diberikan lagi Rp 2 juta. Saat ini, uang keberangkatan umroh itu masih tersisa Rp 26,5 juta, dipotong persen untuk dia jadi Rp 24 juta.

“Berkali-kali saya tagih, bahkan telah memberikan kuasa kepada orang yang saya percaya, tetap saja tidak diberikan. Alasannya macam-macam, katanya belum keluar uang kantor lah atau uang proyek,” kesalnya.
Maulana mengaku telah berupaya semaksimal mungkin menempuh cara kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan itu, tetapi tidak membuahkan hasil. Ia pun mengancam akan melaporkan pejabat Eselon II Kabupaten Bima itu ke pihak Kepolisian bila tidak segera melunasi semua hutangnya.

Secara terpisah, Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Bima, H. Sumarsono, SH yang dikonfirmasi membantah semua tudingan tersebut. Dia mengaku semua uang keberangkatan lima jama’ah umroh asal Bima telah dilunasi dan tak ada lagi yang tersisa.

Bahkan, dirinya menantang Maulana untuk membuktikan kebenaran apabila dirinya masih berhutang. Dia pun tidak takut bila persoalan itu dibawa keranah hukum dan mempersilahkan untuk melapor. “Suruh datang ke saya orang itu kalau berani. Saya tidak punya urusan lagi sama dia,” tegasnya melalui telepon telepon genggam.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *