RDTRK Rasanae Barat, Rangkaian Akhir Penyusunan RDTRK

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) menggelar seminar akhir Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kecamatan Rasanae Barat, di Aula SMKN 3 Kota Bima, Kamis (23/10).

Seminar RDTK Kecamatan Rasanae Barat. Foto: Bin

Seminar RDTRK Kecamatan Rasanae Barat. Foto: Bin

Kepala DTKP Kota Bima, Ir. Hamdan dalam laporannya mengatakan, seminar RDTRK Rasanae Barat, merupakan rangkaian akhir dari proses penyusunan pada Kecamatan tersebut.

Sebelumnya, CV. Abdi Consultan pekan lalu selaku perencana dan penyusun RDTRK Rasanae Barat, juga telah melakukan konsultasi publik RDTK dimaksud.

Ia juga mengaku, ada empat dokumen yang masih dalam tahap penyusunan. Sebelumnya RDTRK Kecamatan Mpunda telah diselesaikan. Kemudian RDTRK Kecamatan Rasanae Barat yang akan rampung.

Tinggal RDTRK Kecamatan Raba, Rasanae Timur dan Kecamatan Asakota yang akan diproses seperti yang tengah diseminarkan.

“Pekan depan RDTRK tiga Kecamatan akan disusun dan diproses sebagaimana RDTRK dua Kecamatan terdahulu,“ katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin SE, mengatakan penyusunan RDTRK disetiap Kecamatan merupakan langkah konstruktif Pemerintah, dalam rangka menyiapkan serta menyusun proyeksi tata ruang dan detail wilayah sebagaimana karakter wilayah.

RDTRK Kecamatan Rasanae Barat, menjadi sangat penting untuk segera diselesaikan. Disamping akan dipadukan dengan hasil penyusunan yang dilakukan Universitas Petra Surabaya, juga Rasanae timur merupakan simpul ekonomi Kota Bima, mulai dari geliat bisnis hingga kebutuhan infrastruktur transportasi.

Moment itu juga disampaikannya, RDTRK yang tengah disusun para ahlinya itu, dapat dimaknai secara bersama oleh masyarakat Kota Bima, khusunya yang berdomisili di Kecamatan Rasanae Barat. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi proyeksi pembangunan.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang, Junaidin ST, menjelaskan seminar akhir penyusunan RDTRK Rasanae Barat, telah mengundang sedikitnya 140 perwakilan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat di Kecamatan Rasane Barat, Camat, Lurah lingkup setempat, unsur Perguruan Tinggi, LSM dan perwakilan masyarakt lainnya.

Sama seperti yang disampaikan Wawali, pada seminar akhir RDTRK Rasane Barat tersebut, dimaksudkan agar terjadi pemahaman yang sama, seperti apa teknis dan proyeksi penataan wilayah yang ada di Rasanae Barat.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *