Rakerda KNPI Kabupaten Bima, Ricuh

Kabupaten Bima, Kahaba.- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-XII DPD II KNPI Kabupaten Bima diwarnai kericuhan. Praktis, kegiatan yang dilaksanakan di Hotel La Illa, Sabtu (25/10) itu, ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.

Suasana Ricuh saat Rakerda DPD II KNPI Kabupaten Bima. Foto: Teta

Suasana Ricuh saat Rakerda DPD II KNPI Kabupaten Bima. Foto: Teta

Penundaan rapat itu disebabkan puluhan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMA) Cabang Bima, yang menggelar aksi unjuk rasa didepan pintu rapat.

Sekitar 20 menit aksi ricuh itu terjadi, aparat polisi yang menggunakan Patmol hadir dan mengamankan kondisi.

Pantauan Kahaba, aksi mulai sekitar pukul 10.15 WITA. Saat Rakerda hendak dibuka oleh Sekda Kabupaten Bima. Massa aksi mulai berorasi. Aksi saling dorong pun tak bisa dihindari. Bahkan terlihat massa dan peserta Rakerda, terlibat saling pukul.

Karena kericuhan, pintu ruangan rapat rusak. Peserta Rakerda yang ada didalam ruangan rapat, berhamburan dan sebagian lainnya mencoba menghalangi peserta aksi yang ingin merangsek masuk kedalam ruangan rapat.

Tidak terima dengan itu, suasana semakin memanas. Undangan seperti, Sekda, Kepala Bank NTB, Kepala Syahbandar, Ketua KPU Kabupaten Bima langsung mengamankan diri didepan hotel dan memilih untuk pulang.

Rakerda KNPI di demo HIMMAH Cabang Bima. Foto: Teta

Rakerda KNPI di demo HIMMAH Cabang Bima. Foto: Teta

Setelah itu, SC Rakerda menunda rapat hingga waktu yang tidak ditentukan. Walaupun sudah diskor, peserta aksi tidak ingin pulang sebelum semua peserta Rakerda juga ikut pulang. Mereka menganggap skorsing itu hanya akal – akalan panitia semata.

Dalam aksinya, Berry salah satu massa dari HIMMAH meminta agar Ketua KNPI turun dari jabatannya. Kemudian, meminta Rakerda dibubarkan dan diadakan Musdalub.

Permintaan itu disampaikan, karena menilai Rakerda sudah keluar dari AD ART KNPI Kabupaten Bima. “Rakerda ini tidak jelas. Bubarkan saja,” pintanya.

Tuntutan lain yang disampaikan, bila Rakerda tetap dilanjutkan, maka mereka tidak segan-segan untuk melakukan tindakan anarkis.

Massa juga menyorot transparansi penggunaan anggaran KNPI Kabupaten Bima. selama ini, tidak ada program yang jelas telah dijalankan. “Apa kontribusi KNPI selama ini. Kerjaannya hanya menghabiskan anggaran ,” sorotnya.

Sementara itu, Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bima Ferdiansyah Fajar Islam, ST mengatakan, tuntutan HIMMAH akan dibicarakan pada forum pengurus, karena ini organisasi yang punya landasan hukum jelas.

Mengenai anggaran, kata dia, semua akan dipertanggungjawabkan dan akan akan dilaporkan. “Itu tidak ada masalah. Nanti akan kita laporkan semua,” jawabnya dan menambahkan, pihaknya hanya ingin kita bekerja untuk memajukan KNPI agar lebih baik.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *