Dewan Curiga Dengan Pembangunan Tower di Sanggar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keberadaan tower milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bima di Kecamatan Sanggar sejak lama memang tidak berfungsi (Baca. Tower Dishubkominfo di Sanggar, Tidak Berfungsi). Pembangunannya tidak sesuai dengan hajatan awal, yakni koordinasi lintas Kecamatan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Anggota DPRD Kabupaten Bima pun mempertanyakan penggunaan anggaran pembangunan tower tersebut.

“Patut dipertanyakan penggunaan anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan setiap tahun itu, apakah sudah sesuai peruntukkannya atau tidak,” sorot Sulaiman MT, SH.

Menurut Duta Partai Gerindra ini, kalau tower yang dibangun di Sanggar tidak berfungsi berarti telah terjadi kesalahan dalam perencanaan dan orientasi pembangunannya. Sebab tujuan dibangunnya tower adalah untuk membantu terjalinnya komunikasi lintas Kecamatan.

“Kalau asas manfaatnya tidak ada, memang wajar dicurigai tower itu bermasalah dan digunakan untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menaruh curiga muncul SPJ keuangan tower tersebut. Dikuatirkan, bangunan tower itu hanya untuk formalitas penyampaian laporan keuangan Dishubkominfo semata.

“Nanti kalau sudah ada alat kelengkapan dewan kita akan desak komisi terkait untuk memanggil meminta klarifikasi dinas terkait,” tutur mantan praktisi hukum itu.

Apabila hasil klarifikasi nanti memang ada indikasi penyimpangan, pihaknya akan menindaklanjuti ke proses hukum, karena menyangkut pertanggujawaban keuangan negara. “Kami juga akan mendesak pihak terkait untuk mengaudit penggunaan anggarannya,” tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bima lainnya, Edy Muhlis mendesak agar kejaksaan membentuk tim investigasi untuk menelusuri persoalan itu. Sebab dicurigai telah terjadi kerugian negara akibat pembangunan tower tersebut. Apalagi informasinya, keberadaan tower tidak hanya di Sanggar tetapi ada diempat kecamatan lainnya.

“Jangan sampai masalah seperti ini sudah lama dipelihara dan baru terbongkar. Mungkin saja dinas lain juga terjadi. Karena itu harus kita putus mata rantainya,” tegas mantan wartawan ini.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *