Resmob Vs Penyidik, Memalukan

Kota Bima, Kahaba.- Cekcok karena berbeda pandangan soal laporan yang disampaikan Resmob Bima dan Polhut Kabupaten Bima ke Penyidik Polres Bima Kota, dinilai memalukan (Baca. Penyidik dan Resmob Nyaris Adu Tembak). Apalagi saat itu saling mengeluarkan senjata dan nyaris adu tembak. Kepada masing-masing Satuan itu pun diminta untuk bisa memberikan pembinaan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bima, M. Sidik, tindakan beberapa oknum aparat itu tidak mencerminkan keteladanan. Sikap arogansi tersebut, justru jauh dari fungsi polisi yang mestinya harus mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.

“Malu kita mendengar dua aparat itu mau adu tembak. Atasan kedua satuan itu tidak boleh berdiam diri dan pura-pura tidak tahu. Atasan harus bersikap tegas dan berikan pembinaan,” sarannya.

Menurut Sidik, tidak semestinya aparat berprilaku preman. Apalagi, ingin menggunakan senjata api untuk saling mengancam satu sama lain. Insiden itu telah mencerminkan kegagalan institusi Kepolisian dalam membina mentalitas anggota.

“Kapolres dan Komandan Satuan Resmob harus betul-betul menyeleksi siapa saja anggotanya yang akan memegang senpi. Jika insiden itu berujung saling tembak, maka dua institusi itu telah memberi contoh yang sangat memalukan,” tegasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *