Anggota Dewan Main Proyek, Akan Dilapor

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kabupaten Bima Edy Muhlis, S.Sos seolah sudah tidak sabar mulai bekerja dan membuktikan keseriusannya membongkar para mafia proyek di lembaga Legislatif tersebut.

Anggota DPRD KAbupaten Bima Edy Muhlis S.Sos. Foto: Bin

Anggota DPRD KAbupaten Bima Edy Muhlis S.Sos. Foto: Bin

“Ini janji saya, sebelum saya masuk di kantor Wakil Rakyat ini, saya sudah tahu siapa saja anggota Dewan Kabupaten Bima yang sering main proyek. Ini harus diungkap dan dilapor,” tegasnya, Kamis (6/11).

Kata dia, setelah semua alat kelengkapan dewan dibentuk, dirinya akan mulai bekerja maksimal. Tidak hanya membentuk Pansus kasus Fiberglass dan Penimbunan Kantor Bupati Bima (Baca. Kuak Kasus Fiberglass dan Penimbunan, Dewan Rencana Bentuk Pansus), ada saja indikasi anggota dewan yang main proyek, dirinya tidak segan – segan untuk mengungkap dan melapornya ke pihak yang berwajib.

“Karena jelas, tugas anggota Dewan itu mengawasi, anggaran dan legislasi, bukan main proyek. Jika saja ada indikasi, saya orang pertama yang akan mengungkap dan melapor,” tegasnya.

Menurut Edy, lembaga Dewan ini lembaga strategis. Selama ini fungsi Dewan tidak maksimal, karena anggota Dewan terlibat aktif pada setiap bentuk kompromi dan prilaku pragmatis.

“Bagaimana dewan bisa maksimal mengawasi, jika anggota dewan sendiri yang main proyek,” tuturnya.

Ia bahkan mengungkapkan, beberapa kali didatangi kontraktor, mengaku kehabisan paket proyek karena di masing-masing SKPD sudah dikuasai oleh oknum anggota Dewan.

Dirinya tidak sungkan menyebutkan sejumlah nama anggota Dewan periode sebelumnya yang sering main proyek. Seperti FHR dan AM yang sekarang kembali lolos menjadi anggota Dewan. Kemudian anggota Dewan lama yang gagal masuk yakni WY dan AM.

“Ini orang – orang yang sering merongrong dan menjadi mafia proyek. Jika anggota Dewan yang kembali lolos dan bermain proyek, saya tidak tinggal diam,” ancamnya.

Edy menambahkan, dirinya mau melakukan itu, karena semata – mata ingin membawa perubahan bagi lembaga Wakil Rakyat tersebut.

“Kalau tidak sekarang kapan kita akan berubah. Mau lembaga yang kuat secara kewenangan ini terus seperti ini,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *