Pemerintah Diminta Bantu Asti

Kota Bima, Kahaba.- Kondisi Asti, gadis yang kini tengah menderita tumor ganas di bagian perutnya memang memperihatinkan (Baca. Tulang Punggung Keluarga Ini Menderita Tumor Ganas). DPRD Kota Bima pun meminta agar memperhatikan dan membantu pengobatan Asti hingga sembuh.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syahbuddin. Foto: Bin

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syahbuddin. Foto: Bin

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Syahbuddin mengatakan, Asti merupakan warga Kota Bima yang hidup susah dan sangat perlu mendapat perhatian serta bantuan dari Pemerintah.

Terlebih perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu terbelit hidup susah dan tidak memiliki uang untuk berobat.

“Pemerintah Kota Bima punya anggaran bantuan sosial, itu bisa digunakan untuk warga seperti Asti,” ujarnya, Jumat (7/11).

Menurut dia, Pemerintah Kota Bima juga bisa membantu dengan membuat kartu BPJS untuk perempuan yang sudah berusia 34 Tahun itu. Sehingga Kartu itu bisa digunakan untuk menanggung biaya pengobatan.

“Kita juga meminta agar Asti segera dirujuk ke RS yang lebih baik untuk dioperasi. Bila Perlu Pemerintah melalui Dinas terkait terus memberikan perhatian khusus hingga Asti sembuh. Karena, jika tidak ditangani sejak dini, tumor ganas tersebut akan mengancam hidup penderita,” katanya.

Sebagai Pemerintah di Lembaga Legislatif juga, Duta Partai Gerindra melanjutkan, ia bersama anggota Dewan lain akan terus mendorong Pemerintah eksekutif, untuk bisa berbuat lebih baik bagi warganya yang menderita penyakit yang berbahaya tersebut.

Senada dengan Anwar Arman, SE, anggota Dewan asal PKS itu mengatakan, pemerintah tidak boleh berdiam diri melihat dan mengetahui warganya yang menderita penyakit mematikan tersebut.

“Harus ada upaya, karena Pemerintah wajib memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk kesembuhan mereka,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *