AMS Tolak Kenaikan BBM Dengan Teatrikal

Kota Bima, Kahaba.- Gelombang protes rencana kenaikan harga BBM juga dilakukan Aliansi Mahasiswa STIE (AMS) Bima, Sabtu (8/11). Bentuk penolakan belasan mahasiswa itu dilakukan dengan aksi teatrikal.

Ilustrasi

Ilustrasi

Aksi yang dipusatkan di perempatan Gunung Dua Kota Bima itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Dalam aksinya, mahasiswa memerankan drama tentang kesengsaraan rakyat. Kebijakan pemerintah yang menaikan BBM hanya mendambah derita rakyat kecil.

Terlihat juga satu orang berperan sebagai penguasa dengan gaya diktator memaki-maki mahasiswa yang berperan sebagai rakyat.

Drama itu juga memperlihatkan kondisi rakyat yang merayap diaspal dengan tampang kumuh tanpa baju mengerang kesakitan. Gambaran itu sebagai cerminan rakyat yang semakin sengsara apabila BBM terus dinaikkan.

Disisi lain, sang penguasa tertawa kegirangan dengan rencana itu karena merasa telah mendapat untung dari rakyat.

Dalam orasinya, Junior, Koordinator Aksi mengatakan, apabila BBM dipaksakan oleh pemerintah maka dipastikan akan membawa berbagai dampak negatif bagi rakyat Indonesia.

Diantaranya, harga barang dan jasa akan naik karena naiknya biaya produksi, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan terancam bangkrut karena tak mampu mengimbangi biaya produksi, biaya transportasi naik dan pengangguran akan bertambah.

Dengan dasar pertimbangan itu tegasnya, menolak rencana kenaikan harga BBM karena hanya akan menyengsarakan rakyat dan menguntungkan pemodal dan perusahaan asing.

Selain itu menolak RAPBN Perubahan 2014 yang saat ini sedang dibahas karena akan menjadi acuan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *