Di Manggemaci, Terduga Pelaku Santet Hampir Dihakimi Warga

Kota Bima, Kahaba.- Ketenangan lingkungan Waki Kelurahan Monggonao Kota Bima, Senin malam (30/4), tiba-tiba dihebohkan dengan teriakan sekelompok orang yang mengejar dua orang lelaki, AH (66) dan SF (50). Hampir saja kedua orang itu menjadi bulan-bulanan warga Waki lantaran dicurigai sebagai pelaku santet di lingkungannya. Seketika itu pun, para terduga dukun santet langsung mengamankan diri di kantor polisi. Pasca kejadian, kediaman mereka dijaga ketat aparat keamanan, untuk menghindari aksi pengerusakan lanjutan oleh warga.

Ilustrasi

Kejadian berawal dari adanya warga Waki yang menderita penyakit yang tak biasa. Penyakit tersebut didiagnosa bersifat non medik. Akhirnya, pasien itu pun dibawa berobat secara tradisional ke orang pintar di Kelurahan Kumbe. Ketika ditangani, pasien meracau secara tidak sadar alias kesurupan dan menyebut dua nama orang yang diduga sebagai pelaku santet terhadap dirinya. Rekaman video pasien yang kesurupan itu pun menyebar di kalangan masyarakat Kelurahan Manggemaci dan menyulut kemarahan warga untuk mengadili dua orang yang diduga pelaku santet tersebut. Untungnya tindakan anarkis warga berhasil diredam setelah keduanya mengamankan diri di kantor polisi.

Kedua oknum tersebut langsung diperiksa penyidik bersama pasien penderita santet di malam kejadian. Mereka diperiksa Senin malam (30/4) hingga pukul 23.00 Wita di ruangan Satuan Reskrim Polres Bima Kota. Akhirnya, setelah pemeriksaan mereka kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Welman Ferry, Selasa (1/5) , kepada Kahaba menjelaskan, kasus dugaan dukun santet di Kelurahan Manggemaci itu isu belaka. Adanya rekaman video tidak bisa dijadikan alat bukti untuk menyeret pelaku ke ranah hukum. Kini, kasusnya diserahkan kembali ke masyarakat untuk diselesaikan secara kekelurgaan. “Dugaan santet itu hanya isu, kami kembalikan ke masyarakat saja dengan pihak Kelurahan untuk diselesaikan,” ujarnya.

Dan dari pantauan Kahaba, suasana di Kelurahan Manggemaci pasca kejadian sudah mulai kondusif. Kendati demikian, polisi tetap melakukan penjagaan. Pihak keamanan juga berupaya bekerjasama dengan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan lebih mengedepankan pemikiran yang jernih terkait konflik horisontal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *