Ngeluh Soal Honor, Kader Posyandu Datangi Dewan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan kader Posyandu di enam Desa Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Sabtu (22/11) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima. Mereka mengadu pembagian dana bantuan transportasi dari Dinas Kesehatan (Dikes) yang dinilai tak adil. Kedatangan puluhan ibu-ibu diterima Komisi IV.

Puluhan kader Posyandu di enam Desa Kecamatan Monta Kabupaten Bima mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Abu

Puluhan kader Posyandu di enam Desa Kecamatan Monta Kabupaten Bima mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Abu

Ketua forum komunikasi kader posyandu (FKKP) kecamatan Monta, Rahmi mengaku Tahun 2014 ada bantuan dana transportasi bagi para keder posyandu di Kecamatan Monta. Namun dari 14 Desa yang ada, Dikes hanya memberikan dana bantuan tersebut pada Sembilan desa, enam Desa lain tidak.

Desa yang tidak mendapatkan bantuan dana transportasi tersebut, Desa Sakuru, Tangga, Simpasai, Waro, Nonto Tera dan Desa Sondo. Besaran anggarannya masing-masing Rp 360 ribu.

”Atas dasar itu kami datangi kantor dewan untuk mengadukan nasib kami, ada rasa ketidakadilan pemberian bantuan itu,” keluhnya.

Ia mengaku, sebelumnya pernah mendatangi Dikes Kabupaten Bima. Jawabannya, anggaran tersedia kurang dan Tahun 2014 diprioritaskan untuk Desa terpencil.

Namun, Nurmi menilai langkah dan alasan Dikes mengutamakan kader di Desa terpencil salah alamat. Pasalnya kader posyandu yang paling sibuk mengurus sasaran adalah Desa biasa bukan Desa terpencil.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Yasin SPdi mengaku masalah tersebut terkait dana transportasi. Kader meminta agar dewan memperjuangkannya, dan meminta keadilan. Kalaupun ada, maka harus dibagi sama rata.

“Kita juga harus lihat dulu kemampuan keuangan daerah. Namun pada prinsipnya, kita segera menindaklanjuti, apalagi menjelang pembahasan RAPBD tahun 2015,” katanya.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *