Puluhan Kades Serang Kantor Dewan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak terima dengan keputusan Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM. Nur, MPd yang tetap melelang umum status tanah eks jaminan, Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya, Kamis (27/11) menggelar aksi demonstrasi. (Baca. Rakor Eks Tanah Jaminan, Rusuh)

Kepala Daerah dan Pejabat dievakuasi ke ruangan Bupati Bima karena Rakor rusuh. Foto: Abu

Karena Rusuh, Bupati, Sekda dan Pimpinan Dewan dievakuasi Aparat saat Rakor dengan Kades se Kabupaten Bima. Foto: Abu

Beberapa waktu berorasi, puluhan kades diterima pimpinan dewan, lantaran tidak puas atas pandangan dewan, akhirnya kades dan perangkatnya mengamuk. Meja di dalam ruang Paripurna pun hancur.

Tidak sampai disitu, kini puluhan kades menduduki kantor dewan, ruang rapat utama dewan dijadikan tempat untuk menginap sampai tuntutannya dikabulkan oleh Bupati dan Dewan.

Puluhan Kades mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima dan mendesak wakil rakyat untuk segera mencabut kembali Peraturan Daerah (perda) Nomor 06 Tahun 2013 tentang pelelangan tanah.

Dalam orasinya, Perda tersebut tidak mewakili kepentingan mereka untuk mengelola eks tanah jaminan. Karena selama ini, tanah eks jaminan jauh lebih bermanfaat dikelola oleh Kades dan perangkatnya.

“Kades itu pimpinan rakyat di Desa, beban kerja kami berat untuk mengurus rakyat, namun tidak sebanding dengan kesejahteraan didapat,” tegas salah seorang Kades.

Mereka bahkan mengancam, jika saja dipaksakan untuk dilelang, Kades akan memboikot pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dua kades yang mewakili puluhan kades, Syafrin dari Desa Lanta dan Edy Sarjo Kades Sondo Kecamatan Monta, memastikan bila tuntutannya tidak dipenuhi, maka mereka akan mengerahkan rakyatnya memboikot pembayaran pajak dan program pembangunan di Desa.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan, jadi jangan macam – macam,” ancam Syfrin.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *