Mutu Pendidikan di Bima Dievaluasi LPMP NTB

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ingin mengukur dan memetakkan kondisi pendidikan di Kabupaten Bima serta mendorong angka lulusan bermutu, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Selasa (2/12) hadir di Bima dan melakukan evaluasi.

Tim LPMP NTB berpose bersama dengan jajaran Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Foto: Bin

Tim LPMP NTB berpose bersama dengan jajaran Dinas Dikpora Kabupaten Bima usai rapat koordinasi. Foto: Bin

Kepala Vasilitas LPMP NTB, Drs. Sakba mengatakan, dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, LPMP telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan setempat.

“Kerjasama ini untuk mengukur kompetensi semua guru,” ujarnya.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Ia menilai Pemerintah belum komit terhadap dunia pendidikan. Itu dibuktikan dengan belum terpenuhinya anggaran pendidikan sebesar 20 persen.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi terhadap dunia pendidikan saat ini, cukup kompleks dan membutuhkan anggaran yang cukup.

”Apalagi saat ini, mutu pendidikan di daerah masih cukup rendah. Terutama dari sarana dan prasarana yang masih sangat minim,” sorotnya.

Menanggapi permasalahan itu, Pemerintah daerah khususnya instansi terkait diminta untuk komit meningkatkan mutu. Dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai.

Pada evaluasi tersebut, LPMP juga memaparkan sejumlah item terkait peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, termasuk dari kompetensi guru, pengawas dan calon Kepala Sekolah.

”Semuanya sudah kami paparkan. Selanjutnya tergantung bagaimana pemerintah daerah menindaklanjuti,” terangnya.

Menurut Sakban, standar mutu pendidikan sangat bergantung pada hasil kelulusan. Dengan lulusan terbaik, dapat diukur mutu pendidikan agar bisa diterima oleh lembaga-lembaga terkait.

Oleh karena itu, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kreativitas dan wawasan dalam setiap memberikan pelajaran bagi murid, agar dapat menangkap ilmu pendidikan yang diberikan.

”Tak hanya mendapatkan sertifikat menjadi guru profesional, tapi guru juga harus memiliki kompetensi yang berkualitas dan profesional dalam mendidik,” tegasnya.

Penjaminan mutu pendidikan di daerah juga diakuinya masih sangat minim, bahkan jauh dibawah standar nasional. Untuk itu, pihaknya berkomitmen dan terus memacu pendidikan, sehingga hasilnya dapat mencapai standar nasional.

Untuk meningkatkan pendidikan tersebut, pihaknya akan terus memberikan pelatihan. Seperti, diklat dan binaan rutin terhadap guru. Dengan pelatihan tersebut diharapkan kedepan dapat melahirkan guru yang berkualitas dan profesional.

“Karena bagaimana pun juga penjaminan mutu mempengaruhi kredibilitas pendidikan di daerah,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *