Kredit Plus Dituding Leasing Anak TK

Kota Bima, Kahaba.- Kredit di Kredit Plus Bima, ternyata tidak mudah. Meski staf atau karyawannya menawarkan kemudahan – kemudahan, namun tetap saja sulit, bahkan berkas pengajuan akan dikembalikan secara sepihak.

Kantor Kredit Plus Bima, Foto: Bin

Kantor Kredit Plus Bima, Foto: Bin

Demikian juga dialami Sudirman JK, Warga Desa Pandai Kabupaten Bima. Berkasnya yang sudah masuk dan tengah diproses, justru dikembalikan secara sepihak, lantaran dinilai subyektif dan tanpa alas bukti yang jelas.

Saat ditemui di kantor Kredit Plus Bima, Senin (8/12), Sudirman menjelaskan duduk masalahnya. Karena terdesak kebutuhan, ia mengajukan pinjaman uang di Kredit Plus Bima sebanyak Rp 6 juta, dengan jaminan BPKP dan STNK Motor.

“Berkas saya sudah disetujui dan dijanjikan Sabtu pekan kemarin pinjaman saya dicairkan,” ujarnya. Karena hari Sabtu dan waktu sudah sore, lanjutnya, pegawai setempat yang bernama Deden menjanjikan akan dicairkan pada hari Senin (8/12). Namun saat dirinya kembali pada hari Senin, pencairan gagal dilakukan.

“Kata Deden, menurut pengakuan atasannya yang bernama Arif, saya pernah ambil uang Bank dan bermasalah, sementara saya sendiri tidak pernah mengambil uang di Bank, sekalipun,” tegasnya.

Karena ingin klarifikasi alasan Arif, sambung pria berkumis tersebut, dirinya coba memberi penjelasan dan meminta bukti mana yang menyebutkan dirinya pernah meminjam uang di Bank. Namun tetap saja tidak bisa.

Sudirman JK. Foto: Bin

Sudirman JK. Foto: Bin

“Mereka tidak bisa tunjukan bukti pinjaman saya di Bank. Alasan lain kemudian dibuat – buat, seperti masalah jejak rekam saya lah, kapasitas saya lah. Lantas kenapa dengan saya?, ko hanya berdasarkan info kemudian Kredit Plus ini membatalkan berkas yang sudah mau dicairkan,” kesalnya.

Sudirman menyoroti, cara Kredit Plus dalam melayani konsumen sungguh tidak santun. Mestinya, masyarakat yang ingin melakukan pinjaman atau kredit, bisa dilayani dengan baik dan profesional. “Kredit Plus Bima ini Leasing yang baru belajar, lembaga yang masih anak TK, tidak paham kerja dan kasar dalam melayani,” tudingnya.

Dia menambahkan, cara – cara yang dilakukan Kredit Plus, tentu membuat perasaan tidak enak, terlebih menilai dirinya secara sepihak tanpa bukti yang otentik. “Kredit Plus ini memberi harapan palsu, masyarakat yang mengajukan kredit mestinya harus diapresiasi, bukan mengembalikan berkas dengan alasan yang mengada-ada,” sorotnya.

Sementara itu, pekerja media yang ingin bertemu dan konfirmasi, tidak diijinkan masuk. Satpam kantor setempat, Abdul Hamid yang berdiri gagah di depan kantor mengatakan atasannya tidak boleh ditemui.

Meski sudah dijelaskan tugas wartawan, namun Hamid tetap tidak mengijinkan pekerja media masuk dan menemui atasannya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *