Paimo Ngamuk di Sel PN Bima

Kota Bima, Kahaba.- Terdakwa kasus dugaan penggelapan, Paimo (35) warga Kabupaten Dompu yang diseret Ketua Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima Syafrudfin, SH ke meja hijau ngamuk dalam sel tahanan Kantor PN setempat, Selasa (9/12) sekitar pukul 13.40 Wita, saat menunggu agenda sidang keduanya. (Baca. Hanya Karena Uang Rp 1,5 Juta, Ketua PN Bui Tukang Las)

Paimo saat berada di Sel Pengadilan Negeri Raba Bima. Foto: Teta

Paimo saat berada di Sel Pengadilan Negeri Raba Bima. Foto: Teta

Teriakan serta hujatan yang dilontarkan Paimo terhadap Ketua PN Raba Bima itu, membuat para terdakwa lain yang menunggu sidangnya di gelar, ikut meneriaki ketidakadilan yang dinilai Paimo. Beruntung, saat itu angota Polisi yang berjaga mengingatkan Paimo untuk berteriak. Usai dilarang, Paimo serta tahanan lainnya diam dan kembali tertib menunggu jadwal sidang.

Paimo yang ditemui usai sidang mengaku, ia berteriak karena kesal dan kecewa atas ulah Ketua PN Raba Bima yang sama sekali tidak bertanggungjawab atas kasus tersebut. “Yang melapor saya ini tidak bertanggungjawab, melapor justru dua kali tidak hadir dalam sidang, ini pengecut namanya,” tuding Paimo. (Baca. Ketua PN Ogah Hadiri Sidang Tukang Las)

Kata Dia, Hukum di Indonesia telah melenceng, rakyat kecil selalu dijadikan korban. Sementara orang – orang besar justru melenggang dan tidak tersentuh hukum. “Ini kacau, kacau, kacau,” teriaknya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *