Ketua PN Absen, Sidang Paimo Ditunda Lagi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sidang kasus dugaan penggelapan, Paimo (35) warga Kabupaten Dompu kembali ditunda (Baca. Hanya Karena Uang Rp 1,5 Juta, Ketua PN Bui Tukang Las). Pasalnya, sidang kedua itu tidak dihadiri lagi oleh saksi korban, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Syafruddin, SH.

Suasana Sidang Paimo. Foto: Teta

Suasana Sidang Paimo. Foto: Teta

Pada sidang kedua Selasa (9/12) kemarin, dengan agenda yang sama, terpaksa harus ditunda lagi. (Baca. Ketua PN Ogah Hadiri Sidang Tukang Las)

Paimo yang ditemui wartawan usai mengikuti sidang mengaku kesal dan kecewa atas ulah Ketua PN Raba Bima yang tidak profesional dan tidak bertanggungjawab atas kasus yang dilaporkannya sendiri. (Baca. Paimo Ngamuk di Sel PN)

Kata dia, Ketua PN Raba Bima itu pejabat publik yang seharusnya memberikan contoh baik bagi masyarakat jelata sepertinya.

“Dia adalah orang yang paham soal hukum, ko’ kenapa dia takut memberikan kesaksiannya di depan Hakim,” sorotnya.

Lanjutnya, kenapa harus lari dari kenyataan. Jika Ketua PN tidak berada di kantor kemudian tidak hadir saat sidang, ia tidak mempermasalahkannya.

“Masalahnya ini Ketua PN ada di atas ruangannya yang sejuk itu. Bahkan, dia juga memimpin sidang untuk terdakwa lainnya yang juga sidang hari ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima Reza Safetsila, SH mengungkapkan, ditundanya sidang Paimo dengan agenda pemeriksaan saksi korban ditunda hingga satu minggu ke depan.

“Hari Selasa (16/12) pekan depan sidang dengan agenda yg sama akan digelar kembali,” jelasnya.

Alasan lainnya sehinga ditunda Kata Reza, karena saksi korban yakni Syafruddin, SH yang juga selaku Ketua PN Raba Bima sendiri tidak mau hadir. “Kami belum tahu kenapa Syafruddin SH tidak hadir,” katanya.

Apakah Paimo status tahanan Jaksa? Reza mengaku, Paimo adalah status tahanan hakim, “Mudah-mudahan pekan depan sidangnya tidak ditunda lagi,” harapnya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *