Bermasalah, Hotel Dewi Sari Bakal Ditutup

Kota Bima, Kahaba.- Tidak saja terbelit masalah izin operasional, Hotel Dewi Sari juga nunggak pajak selama tujuh bulan. Kini, Hotel yang bertempat di Kelurahan Dara Kota Bima itu, terancam ditutup.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kepala Bidang Pendapatan DPPKAD Kota Bima Fajarudin mengatakan, menurut catatannya, sudah tujuh bulan Hotel dimaksud nunggak pajak. Saat ditagih, pengelola Hotel kerap beralasan yang mengada-ada. ”Alasannya tidak jelas, selain itu alasannya tidak ada tamu yang menginap,” ujarnya, Kamis (11/12).

Ia mengaku, beberapa kali juga pihaknya memberi teguran, agar segera membayar pajak. Namun, tak pernah diindahkan. Bahkan, surat untuk menutup Hotel juga sudah diberikan, tetap saja tidak diperhatikan.

Tidak hanya itu, Ijin operasional Hotel setempat juga kadaluarsa sejak tiga tahun lalu. Meski begitu, hotel yang tidak jarang menjadi sasaran operasi penertiban pasangan mesum itu tetap membuka jasa penginapan para tamu.

”Dengan tidak memperpanjang izin operasional, Hotel itu telah menyalahi aturan,” tambah Kasi Pelayanan dan Perijinan, H. Yusuf.

Kata dia, Dewi Sari tidak memperpanjang izin operasional sejak tahun 2011 lalu. Pihak KPPT, sering mengingatkan pengelola hotel untuk memperpanjang izin, tapi tidak digubris.

”Pernah dulu ada yang datang mengurus ijin, tapi bukan atas nama pemiliknya yang asli sehingga kami tolak,” ungkapnya.

Yusuf berjanji dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP Kota Bima untuk menutup hotel yang tidak berizin tersebut. Mengingat, biaya administrasi perijinan merupakan salah satu sumber pendapatan asli Daerah.

”Jika tidak ada niat baik mengurus perpanjangan izin, kami akan ambil tindakan tegas,” ancamnya.

Pengelola Hotel Dewi Sari, Hj. Aisyah yang dikonfirmasi terkait hal itu tidak dapat ditemui. Dihubungi melalui telepon seluler pun tidak menjawab. Dihubungi melalui pesan singkat (SMS) pun, Hj Aisyah tetap juga tidak memberikan tanggapannya.
*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *