SK Tarif Molor, Supir Adu Mulut dengan Penumpang

Kota Bima, Kahaba.- SK penyesuaian tarif pasca kenaikan harga BBM yang tak kunjung dikeluarkan Pemerintah Kota Bima, dikeluhkan sopir Angkutan Kota (Angkot). Tak jarang, antara sopir dan penumpang sering terjadi perdebatan soal harga. (Baca. SK Hilang, Tarif Angkot Belum Ditetapkan)
Minta kenaikan tarif, Supir angkot mogok. Foto: Bin

Minta kenaikan tarif, Supir angkot mogok. Foto: Bin

“Kita sering adu mulut dengan penumpang soal ongkos Angkut. Penumpang banyak yang masih membayar dengan tarif lama,” ujar Agus.

Agus yang juga salah satu sopir angkot warna kuning saat mengakui, penumpang yang ngotot biasanya mempertanyakan SK kenaikan tarif dari pemerintah. Sementara Pemerintah melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) sampai saat ini belum menerbitkan SK tarif.

“Kita bingung, SK tarif kenapa belum juga diterbitkan. Padahal janjinya tunggu SK Gubernur, sekarang Kabupaten Bima sudah dua tiga minggu lalu menerbitkan SK,” keluhnya.

Dia berharap, Pemerintah segera menerbitkan SK tersebut, agar penumpang tahu soal tarif.

“Kalau SK tarif tak kunjung diterbitkan, yang rugi pengusaha Angkot dan sopir dinilai tidak mampu penuhi setoran,” tambahnya.
*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *