Aspek ‘Serang’ Kantor Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Aliansi Solidaritas Pemangku Kebijakan (Aspek) Kota Bima, Rabu (17/12) mendatangi Kantor Walikota Bima. Massa bahkan merangsek masuk hingga kedepan pintu masuk kantor dengan mobil dan pengeras suara.

Aspek saat menggelar aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Teta

Aspek saat menggelar aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Teta

Massa aksi yang dikoordinir Nasaruddin awalnya menyampaikan aspirasi di depan Kantor Walikota Bima. Namun karena tak satupun perwakilan Pemerintah Kota Bima keluar menemui, mereka pun kesal dan memaksa masuk.

Bahkan, salah satu massa aksi terlihat mengamuk sambil menenteng parang. Ia juga mengumpat Walikota Bima karena dianggap menghianati warga Kota Bima. Melihat ulah oknum itu, Aparat Kepolisian mendekati dan mengamankan senjata tajam yang dibawa.

Massa kembali menyampaikan orasi secara bergantian dan perlahan masuk ke halaman kantor dengan mobil. Aksi itu tak dicegat Aparat Kepolisian dan terkesan dibiarkan. Namun begitu, tetap berjalan aman hingga usai.

Dalam aksinya, massa mendesak Walikota Bima, HM Qurais H Abidin mencabut laporan pengaduan terhadap Pimpinan Redaksi Koran Metro NTB, Syafruddin alias Sefo tanggal 17 November 2014 lalu ke Polda NTB. Dalam laporan itu, Sefo dituding telah melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan fitnah melalui pemberitaan.

Berita itu dimuat Koran Metro NTB dengan judul “Mega Mengaku Pernah Diperintah Qurais untuk Bunuh Ferry dan Ferra”.

Massa meminta kepada Kepolisian untuk menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan terkait berita itu. Karena pelapor (Walikota Bima, red) belum memberikan hak jawab atas tulisan tersebut.

“Ini berdasarkan kode etik jurnalistik yang diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan kesepakatan (MoU) antara Kepolisian dan Dewan Pers,” jelas Nasaruddin.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *