Warga Ditangkap Polisi, Keluarga Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak terima Agus ditangkap Polisi karena terlibat pengeroyokkan warga Desa Ngali saat pertandingan sepakbola mini di Sakuru beberapa waktu lalu, keluarga kemudian memblokir jalan dengan pos kamling dan bebatuan.

Warga Sakuru blokir jalan. Foto: Teta

Warga Sakuru blokir jalan. Foto: Teta

Kerabat Agus, Azis yang ditemui mengaku kesal dengan ulah Aparat Kepolisian Polres Bima Kabupaten. Sebab, penangkapan Agus dinilai tidak tepat. “Saat itu banyak orang yang melakukan pengeroyokan. Agus tidak terlibat,” ujarnya, Senin (22/12) dilokasi blokir jalan.

Mestinya, menurut dia, bukan Agus yang ditangkap, panitia pelaksana sepakbola dan meminta pertanggungjawabkan panitia.

Kasat Reskrim AKP. Haris Dhinza, SH SIk mengaku, blokir jalan telah dibubarkan. Pihaknya, tetap melakukan penangkapan dan penahan terhadap tersangka sesuai prosedur.

“Kami akan proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Kalau terbukti salah, dia akan diproses,” jelasnya.

Untuk tersangka lain dalam kasus ini, katanya, tengah dilakukan pengembangan. “Untuk itu, penyelidikan kasus ini akan diselesaikan dengan cepat,” janjinya.

Jalan diblokir keluarga Agus mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.30 Wita. Jalan kembali dibuka setelah Polisi bernegosiasi dengan warga. Beberapa saat kemudian, warga membuka pemblokiran dan membubarkan diri secara teratur.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *