Generasi Narkoba, Mau Dibawa Kemana?

Oleh: Noval Soromandi

Semua mengakui jika narkoba sudah menjadi extra ordinary crime (Kejahatan Luar Biasa), yang sudah menancapkan kuku-kuku tajamnya diseluruh aspek kehidupan. Persoalannya sejak zaman tidak enak hingga kini tak kunjung selesai. Dari pusat hingga daerah, sebagian besar generasi bangsa hari ini terpuruk dalam cengkraman barang haram yang nanti akan menjadi bom waktu.

Noval Soromandi

Noval Soromandi

Jelas, mengkonsumsi narkoba akan berdampak buruk bagi pertumbuhan. Pun konsekuensinya terlampau berat. Tidak saja berurusan dengan hukum, kemudian terpuruk dibalik jeruri. Yang lebih buruk, harus menggadaikan nyawa untuk kenikmatan sesaat.

Pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kota dan Polres Bima Kabupaten juga gencar digalakkan. Namun upaya itu, tidak berbanding lurus dengan realitas. Semakin dibasmi, narkoba dan pelakunya semakin merajalela.

Tidak hanya masyarakat biasa yang berhasil dibekuk, oknum Siswa, Mahasiswa, Ibu Rumah Tangga, PNS dan bahkan oknum Polisi sendiri juga tak luput dari jeratan narkoba.

Padahal, beredar bebasnya narkoba di Bima ini merupakan sumber maksiat. Ini yang harus dicegah oleh semua pihak, seperti Pemerintah, Ulama dan Pemuda.

Upaya yang dilakukan aparat kepolisian selama ini pun dinilai maksimal. Meski, masih banyak otak-otak dan bandar narkoba yang berkeliaran dan memasok barang haram itu di berbagai lini.

Ibaratkan mati satu tumbuh seribu, begitulah jaringan narkoba di Bima. Apakah polisi mampu memberantasnya, mungkin ya mungkin tidak juga. Sebab, polisi bukan mesin dengan tehknologi canggih mampu melacak semua penyimpanan narkoba.

Tentu, butuh kerjasama yang baik antara Polisi, Pemerintah, Ulama, Pemuda dan masyarakat secara umum. Untuk memberikan informasi ke Polisi, khususnya Tim Buser Satuan Narkoba. Agar informasi itu menjadi bahan Polisi untuk membekuk para bandar narkoba.

Kemaksiatan di Bima ini, tidak lain adalah narkoba. Berantas narkoba, harga mati untuk dilakukan agar generasi bebas dari cengkramannya. Narkoba tidak hanya sumber maksiat, tapi juga sumber masalah hingga mempengaruhi kamtibmas.

Saking parahnya bandar narkoba di Bima, bahkan ada yang memiliki berbagai macam senjata api. Untuk apa senjata itu kalau bukan dipersiapkan melawan Polisi yang mau memberantas narkoba.

Ini sudah sangat parah dan tidak bisa ditolerir lagi. Sebab, kalau mereka dibiarkan maka yakinlah korban akan berjatuhan di Dana Mbojo tercinta ini.

Generasi muda harus diselamatkan secepatnya, para ulama dan pemerintah juga harus bergerak cepat untuk mengantisipasi hal ini, dan membantu Polisi melakukan sosialisasi terhadap anak didik di sekolah-sekolah.

Selain itu, Pemerintah juga tidak cukup memberikan dukungan kepada Polisi secar moral saja. Tapi, sarana dan prasarana Polisi harus di bantu oleh Pemerintah. Sebab, tanpa kantor yang nyaman dan fasilitas yang memadai, aparat tidak akan maksimal melakukan tugasnya.

Komitmen Polisi untuk memberantas narkoba, tidak diragukan lagi. Tegas dan profesional, telah menjadi motonya dalam memberantas narkoba.

Berbagai kecaman dari masyarakat serta Ormas, terus berdatangan menyuarakan agar narkoba harus diberantas hingga tuntas.

Beberapa waktu lalu, masyarakat resah dan turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Bahkan warga menuding, Kapolres Bima Kabupaten ada dibalik beredar bebasnya narkoba. Semua tuduhan itu, dengan tegas dibantah oleh Kapolres Bima. Bahkan, dia mengatakan pemberantasan narkoba telah menjadi harga mati.

Lalu pertanyaanya, hingga kapan narkoba di Bima ini akan berhenti beredar? Semua harapan itu, kita tumpukkan dipundak para penegak hukum. Semoga mereka mampu dan berhasil memberantas narkoba.

*Penulis juga jurnalis yang bertugas di Hukum Kriminal (Hukrim) Bima

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *