Korban Sweeping, Bocah Terkena Tiga Peluru

Kota Bima, Kahaba.- Sweeping puluhan anggota Satuan Brimob terhadap warga Kelurahan Tanjung beberapa setelah bentrok dinilai berlebihan (Baca. Aksi Sweeping Warga Dinilai Brutal). Bagaimana tidak, seorang bocah Andika Panca (11) harus menjadi korban dengan tiga peluru yang bersarang dianggota tubuhnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Andika saat itu juga dilarikan ke RSUD Bima oleh Bapaknya, setelah tiga peluru terkena betis kiri, Paha Kanan dan selangkangan. Malam itu juga bocah malang itu harus menjalani operasi.

Orang tua Andika, Imam Tauhid mengaku dua anaknya, Akbar Tauhid (13) dan Andika menjadi korban kekejaman Brimob yang melakukan sweeping. “Ini bukan sweeping namanya, tapi membabi buta. Masa anak kecil yang tidak tahu apa–apa saja ditembak,” kesalnya.

Ia mengaku, Akbar hanya mengalami luka dibagian kepala karena dipukul dengan senapan. Sementara adiknya, Andika ditembak dengan jarak dekat saat berada di salah satu rumah tetangganya saat bermain Playstation (PS).

Imam menceritakan, saat sweeping itu, karena suasana tegang, anak–anak yang sedang bermain PS kemudian keluar. Melihat ada banyak Brimob, anak-anaknya masuk kembali dan bersembunyi.

“Brimob yang melihat kemudian mendatangi dan mengevakuasi pemilik rumah. Saat itu anak saya ditembak dengan pemilik rumah, Mon,” ceritanya.

Atas insiden yang menimpa anaknya itu, ia berencana akan melapor ke Komnas Anak. Pasalnya, cara-cara Sweeping Brimob tidak sesuai dengan SOP.

“Ini keterlaluan, anak saya ditembak seolah penjahat. Polisi harus bertanggungjawab. Saya tidak mau anak saya cacat seumur hidup,” tegas pria yang saat itu ditemui di RSUD Bima.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *