Warganya Bentrok, Qurais Teteskan Airmata

Kota Bima, Kahaba.- Dua Kelurahan Tanjung dan Dara yang tidak bisa menahan emosi hingga perang kembali pecah tentu berdampak pada semua (Baca. Bentrok Dara-Tanjung Pecah, Satu Orang Tewas). Tidak saja jatuhnya korban di dua Kelurahan dan aparat kepolisian, pun insiden itu menyimpan trauma yang begitu mendalam.

Bentrok Dara Vs Tanjung. Foto: Abu

Bentrok Dara Vs Tanjung. Foto: Abu

Jika sudah banyak jatuh korban, apalagi harus merenggut nyawa (Baca. Satu Korban Tewas Dipastikan Terkena Panah), rasa iba pasti akan muncul, terlebih menimpa warga yang tidak tahu apa-apa. Demikian pun yang harus dirasakan Walikota Bima HM. Qurais H Abidin pun, ia turut merasakan kesedihan hingga meneteskan air mata.

Saat memberikan keterangan dihadapan pekerja media di kediamannya, ia tak mampu menyembunyikan kesedihan. Ia meneteskan airmata dan menyesalkan kejadian perang saudara tersebut. “Mestinya ini tidak terjadi lagi, padahal semua sudah didamaikan, apa yang kita rebutkan,“ tanyanya. (Baca. Warga Dara dan Tanjung Bentrok)

Ia kembali bertanya, apa yang dicari hingga harus perang seperti ini. Padahal semua bermula dari persoalan sepele. Padahal setiap masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik, hati dan kepala dingin, tidak bertindak sendiri-sendiri kemudian memutuskan sesuatu persoalan dengan cara yang anarkis.

“Tetapi semua telah menjadi bubur. Yang harus dilakukan kita sekarang, kembali berdamai dan hidup berdampingan dengan mengedepankan nilai silaturahmi,” sarannya.

Belum lagi, lanjutnya, kepercayaan daerah luar dan investor pada Kota Bima yang perlu dibangkitkan kembali. Sebab, sudah pasti yang terjadi sekarnag sangat merusak situasi kamtibmas Kota Bima

Qurais berharap, peran tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW serta pemangku kepentingan lainnya, penting untuk mengembalikan suasana, agar tidak terprovokasi.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *