Tanjung-Dara Harus Islah Menyeluruh

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Anwar Arman, SE berharap agar persoalan warga Kelurahan Tanjung dan Dara yang berujung bentrok (Baca. Bentrok Dara-Tanjung Pecah, Satu Orang Tewas) harus segera dihentikan dan berakhir. Jangan ada lagi muncul bentrok susulan yang menyebabkan orang lain yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban.

Anggota DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

“Bentrok seperti ini sudah dua kali terjadi, harapan kita ada islah secara menyeluruh antar kedua belah pihak. Tidak hanya tokoh masyarakat dan agama, yang penting sekali seluruh pemuda. Agar pemuda memahami, jika menyelesaikan persoalan itu tidak boleh dengan kekerasan, ada hukum yang menagatur,” tegasnya, Senin (29/12).

Pemerintah juga diminta untuk lebih proaktif, begitu juga dengan aparat. Karena bentrok sama sekali tidak memiliki sisi keuntungan, yang terjadi malah merugikan.

“Sepertinya kita ini telah jauh dengan suasana kedekatan jiwa dan dialog. Kita bicarakan, apa yang sudah berbeda dan bergeser,” kata Anwar.

Mestinya, menurut duta PKS itu, persoalan sejak dini bisa diisolir, agar tidak membias. Karena jika tidak, maka masyarakat akan terbawa dengan isu yang belum jelas. “Justru isu yang tidak jelas dipercayai, cara kekerasan pun ditempuh, daerah dan rakyat pun terus-terusan begini, hidup dengan ketidaknyaman,” sesalnya.

Menurut dia, bentrok terjadi karena bermula dari ulah segelintir orang, tapi berdampak pada semua sisi. Jika sudah diawali dengan segelintir orang, maka secepatnya mencari titik temu, jangan cari perbedaan, tapi cari persamaannya.

“Karena biar bagaimanapun, semuanya bersaudara. Warga Tanjung punya keluarga di Kampung Dara, begitu pun sebaliknya. Jadi apa yang diributkan, korban nyawa pun mati dengan sia sia,” tuturnya.

Kepada Aparat juga diminta untuk bergerak cepat. Intel aparat dan pemerintah mendeteksi dini masalahnya. “Seberapa besar si Kota Bima ini, sampai sulit mendeteksi sejak awal pemicunya. Jika tidak begitu, masalah seperti ini tidak akan pernah berakhir,” sorotnya.

Ia malah merasa khawatir, jika bentrok dua Kelurahan tetangga itu ada yang mendesain. “Kekhawatiran saya wajar, siapa tau ada yang sengaja memprovokasi keadaan daerah ini agar tidak aman,” terangnya.

Dia menambahkan, bentrok tersebut menjadi preseden buruk, dan patut disayangkan.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *