Tak Ditemui Sekda, Mahasiswa Lempar Kantor Bupati

Bima, Kahaba.- Tindakan yang tidak mencerminkan identitas intelektual kerap dilakukan kalangan mahasiswa. Kamis, 3 Mei 2012, oknum mahasiswa yang diduga dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali membuat ulah di kantor Pemerintah Kabupaten Bima. Mereka ingin bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membicarakan kepentinganya. Namun, karena pertemuan di minta Sekda untuk dilakukan besok, Jum’at, 4 Mei 2012, para mahasiswa tak bisa menerima itu. Kekecewaan mereka berimbas pada pelemparan kantor yang menarik perhatian para PNS yang ada di kantor Bupati Bima.

Ilustrasi/Foto: antaranews.com

Siang itu (3/5), enam orang yang mengaku dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), diterima protokoler Sekda. Agus Salim, Budiono, Ebon, Ariansyah, Rijalul Fitrah, Ibrahim dan Arif menulis di buku tamu hendak menemui Sekda. Tujuan mereka dalam rangka membahas program pemerintah dan tanggapan pemerintah terhadap musibah atas dibakarnya sekretariat mereka beberapa waktu yang lalu. Namun, dari keterangan yang di sampaikan, Kepala Polisi Pamong Praja (Pol PP), Iskandar, SH, yang mengamankan  mereka setelah insiden pelemparan, mengakui bahwa mereka (oknum anggota HMI) hendak minta bantuan untuk mengikuti Latihan Kepemimpinan (LK) II atau Intermediate Training.

“Saat menulis di buku tamu, tujuan kedatangan mereka untuk membahas program pemerintah, namun dari keterangan Sekda, mereka hendak meminta bantuan transportasi untuk kegiatan di Makassar. Sekda pun sebetulnya ingin membantu. Tapi, tidak hari ini (3/5) tapi besok, berhubung beliau sedang rapat dan masih banyak agenda penting lainnya,” ujar Iskandar.

Salah satu dari keenam oknum anggota HMI, Agus Salim, yang ditemui Kahaba setelah diamankan pihak Pol PP tak bisa menjelaskan secara detail kronologis kejadian. Agus dan teman-temannya, walau sempat mengajak Kahabauntuk membahas di luar kantor, akhirnya dia dan teman-temannya berlalu menggunakan sepeda motor tanpa cerita yang bisa dikonfirmasi.

Kelompok pelaku pelemparan, diduga kader HMI/Foto: Buser

Di tempat terpsah, Ketua HMI Cabang Bima, Mansyur, yang dimintai keterangan terkait insiden pelemparan yang diduga dilakukan oknum anggota HMI. Kepada Kahaba ia menjelaskan, bahwa dugaan terhadap oknum HMI yang melakukan pelemparan di kantor Pemkab Bima itu tidak benar. Dari nama-nama yang ada di daftar tamu Sekda Bima, Mansyur mengaku tak ada nama kader HMI yang ia kenal. “Mereka itu hanyalah sekelompok mahasiswa yang mencoba untuk merusak citra HMI,” tepisnya.

Ia melanjutkan, kalaupun ada kepentingan HMI dengan pemerintah, apalagi terkait bantuan atau apapun yang membawa kepentingan organisasi, tentu harus sepengetahuan dirinya. “Hingga saat ini, dirinya tak pernah mendapatkan konfirmasi atau minimal ada anggota HMI yang berkordinasi tentang permohonan bantuan di pemerintah untuk kegiatan HMI,” jelasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *