Napi Babak Belur, Diduga Dihajar Pegawai Rutan

Kota Bima, Kahaba.- Sial menimpa Muhdin (46) warga Desa Sangiang Kecamatan Wera. Ia terpaksa harus dirawat intensif di ruangan Sal Dalam RSUD Bima karena diduga dihajar pegawai Rutan hingga babak belur.

Ilustrasi

Ilustrasi

Yang bersangkutan mengalami luka memar dibagian dada, pinggang kiri, dan memar dipunggung. Tidak hanya itu, kepalanya juga benjol dan harus merasakan nyeri disekujur tubuh.

Muhdin mengaku telah dianiaya tiga orang petugas Rutan Bima, Senin pekan lalu sekitar pukul 10.00 WITA. Dari tiga orang itu, hanya satu petugas yang ia kenal, yakni berinisial IN.

“Saya dihajar dengan kursi dan tangan. Setelah dihajar, saya tidak sadarkan diri dan berada di di RSUD Bima,” katanya, Sabtu (27/12) malam.

Atas kejadian itu, ia sudah dirawat selama empat hari di RSUD Bima. Karena tidak kuat, ia menyarankan kepada anaknya Asriani untuk melapor ke Polres Bima Kota. “Tentu saya tidak terima diperlakukan seperti ini, tiba-tiba saja mereka menganiaya saya tanpa sebab,” ujar terduga kasus pencabulan di Kecamatan Wera itu.

Ditempat yang sama, Asriani mengaku sudah melaporkannya ke Polres Bima Kota, Sabtu (27/12) sekitar pukul 17.00 WITA. Dia mengaku sudah mendapatkan izin dari petugas yang ia tidak kenal untuk melaporkan penganiayaan Bapaknya.

Sementara itu, Kepala Rutan Bima Untung Cahyo, Bc.Ip, SH membenarkan ada tahanan yang dibawa ke RSUD Bima untuk dirawat. Setelah dirinya menghubungi petugas, ia berjanji akan menindaklanjuti masalah itu.

“Penyebab peristiwa itu belum dapat saya disampaikan, karena harus tanyakan dulu ke petugas yang bersangkutan. Tapi yang pasti tetap kami tindaklanjuti,” tuturnya singkat via celuller.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *