Sekretariat IMM Dilempar Orang tak Dikenal

Kota Bima, Kahaba.- Sekretariat Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bima, Selasa (6/1) dinihari dilempari sejumlah orang tak dikenal. Atap dan kaca jendela depan sekretariat yang berada di Kampus STAI Muhammadiyah Bima itu hancur akibat kejadian itu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Selain itu, satu orang pengurus IMM terluka karena terkena batu dan serpihan kaca.

Hingga kini, belum diketahui apa motif pelemparan tersebut karena usai menjalankan aksinya pelaku langsung melarikan diri. Atas kejadian itu, Pengurus IMM secara resmi melaporkan kepada Kepolisian Resort Bima Kota malam itu juga untuk diproses hukum.

Menurut keterangan Ketua Umum IMM Cabang Bima, Hajairin, aksi pelemparan terjadi sekitar pukul 24.30 wita. Malam itu, ada sekitar empat orang pengurus sedang istrahat dalam sekretariat. Tiba-tiba terdengar bunyi lemparan satu kali mengenai atap.

Lemparan pertama kata dia, menggunakan batu bata dan hanya merusak atap saja. Salah seorang rekan Hajairin sempat keluar dan melihat dari jauh pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Beberapa saat menyusul insiden pertama, beberapa kali lemparan menggunakan batu kembali terjadi.

“Insiden kedua ini menghancurkan semua kaca jendela bagian depan dan atap sekretariat kita. Satu orang anggota saya juga terluka akibat terkena lemparan,” tutur Hajairin kepada wartawan, Selasa (6/1) siang.
Tak terima dengan pelemparan itu, semua rekan Hajairin yang berada dalam sekretariat berhamburan keluar mencoba mengejar pelaku. Insiden itu juga memantik perhatian warga sekitar lokasi kampus dan ikut membantu mencari pelaku pelemparan.

“Saat lari keluar, anggota saya sempat melihat tiga orang pemuda kabur menggunakan satu sepeda motor jenis Supra X. Namun mereka berhasil lolos ketika dikejar warga,” ujarnya.

Hajairin menduga, aksi pelemparan itu terkait dengan kasus rekannya Irwan yang saat ini terlibat proses hukum. Sebab sepengetahuannya, selama ini anggotanya tidak pernah ada masalah dengan pihak manapun. Ia berspekulasi, pelemparan tersebut bisa jadi merupakan bentuk intimidasi agar tidak mempresur lagi persoalan Irwan di ranah hukum.

Jika benar itu terjadi lanjutnya, sangat disesalkan karena menggunakan cara-cara tidak etis. Justru pihaknya tidak akan terpengaruh dan tetap memperjuangkan nasib Irwan yang dinilai tidak bersalah.

“Tapi kami belum berani berspekulasi terlalu jauh dan menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk menyelidikan. Semua anggota dan pengurus IMM juga sudah saya himbau agar tidak terpancing atau terprovokasi,” tambahnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *