Tiga Bulan Dibangun, Jembatan Desa Sowa Roboh

Kota Bima, Kahaba.- Baru tiga bulan dibangun, jembatan sepanjang enam meter di So Wadu Pa’a Desa Sowa Kecamatan Soromandi sudah roboh. Warga Desa Sowa dan sekitarnya yang menggunakan lajur tersebut pun meminta Pemerintah bertanggungjawab.

Jembatan Desa Sowa roboh. Foto: Teta

Jembatan Desa Sowa roboh. Foto: Teta

Padahal Jembatan So Wadu Pa’a yang mulai dikerjakan Oktober 2014 lalu dan rampung November 2014 itu masih dalam tahap pemeliharaan. Namun pada hari Minggu (4/1) kemarin, roboh. Diduga, jembatan roboh karena bangunannya tidak sesuai dengan RAB. “Jembatan itu pondasinya tidak digali,” beber Syafruddin warga Desa setempat, Rabu (7/1).

Tidak hanya itu, gorong-gorong yang ada di pondasi jembatan terlalu sempit. Tidak sesuai dengan volume aliran sungai. “Hanya pemasangan satu batu saja sebagai pondasi. Sehingga, banjir dengan mudah menghantam pondasi tersebut,” ujarnya.

Karena jembatan itu masih dalam massa pemeliharaan, lanjutnya, Pemerintah harus memanggil kembali kontraktor yang asal – asalan mengerjakan jembatan itu.

“Saat jembatan itu dibangun, saya dan masyarakat sempat tegur karena mereka tidak menggali pondasi. Tapi, tetap saja ngeyel hingga kejadiannya seperti ini,” sorotnya.

Akibat jembatan roboh, masyarakat terpaksa harus membuat jalan alternatif untuk melintas. Terutama untuk mengangkut hasil pertanian dari dua Desa pesisir itu.

“Kalau dua bulan ke depan jembatan itu tidak segera dibangun ulang, maka para pedagang bawang nantinya tidak akan bisa melintas dan mengangkut hasil pertanian,” katanya.

Warga Desa Sampungu H. Kariano mengaku jembatan itu roboh setelah ia beberapa menit lewati. “Telat sedikit saja, mungkin saya sudah jadi korban,” ujarnya.

Jalan dan jembatan itu, menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan Desa dengan ibu Kecamatan maupun Kabupaten. “Pemerintah harus cepat mengatasi masalah itu,” pintanya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *