Tujuh Alat E-KTP Dipinjam, Kerja Dukcapil Terganggu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peralatan E-KTP milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima yang dipinjam Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum juga dikembalikan.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima Drs. Sirajudin AP, MM. Foto: Bin

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima Drs. Sirajudin AP, MM. Foto: Bin

“Yang kita bawa 16 unit, atas ijin mantan Bupati Bima (Alm) Ferry Julkarnain, ST. Selesai dari Loteng, oleh pusat dibawa lagi ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dan sudah dua tahun belum dikembalikan,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bima, Drs. Sirajudin AP, MM, Senin (12/1).

Diakuinya, alat yang sudah dihibahkan oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten Bima itu infonya masih ada satu unit di Lotim, tiga di Lobar. Itupun dalam keadaan tidak utuh.

“Menurut pengakuan dari pihak Loteng, yang tiganya lagi sudah dikembalikan ke pihak ketiga. Tapi dari pihak ketiga malah mengaku sudah kembalikan ke pusat. Dari pusat justru tidak tahu,” bebernya dengan nada keheranan.

Kata dia, yang sudah dikembalikan baru tujuh unit. Kekurangan alat tersebut tentu akan sangat menghambat kerja, terutama di Kecamatan. (Baca. E-KTP Tahun 2015, Nihil Anggaran)

“Kalau sisanya yang belum kembali, kami minta pusat membuat ulang berita acara soal alat tersebut, dengan jumlah yang ada sekarang,” terangnya.

Dia menambahkan, satu set alat E-KTP itu diantaranya yakni perekaman sidik jari, iris mata, kamera, CPU dan perangkat komputer, dan signatur pen.

“Bupati Bima sudah dua kali bersurat ke Gubernur NTB. Kita dua kali juga ke Jakarta, telusuri alat itu, tapi belum ada sinyal dimana keberadaannya,” tambah Sirajudin.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *