Bupati Bima Buka Orientasi Mabigus Pramuka

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kegiatan Orientasi Majelis Pembina Gugus (Mabigus) Gerakan Pramuka Kwaartir Ranting (Kwaran) Kecamatan Sape dibuka secara resmi, oleh Bupati Bima Drs. H. Syafrudin H. M. Nur, M.Pd, Minggu (10/1) di SDN 2 Sape.

Foto bersama usai Kegiatan Orientasi Mabigus Gerakan Pramuka. Foto: Hum

Foto bersama usai Kegiatan Orientasi Mabigus Gerakan Pramuka. Foto: Hum

Orientasi yang mengangkat tema “Kita Jadikan Gerakan Pramuka Sape Sebagai Gerakan Pramuka Termasuk Tauladan dan Berprestasi di Kabupaten Bima” ini diikuti 57 orang kepala SD, SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Sape.

Bupati Bima ketika menyampaikan arahan pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengatakan, para Kepala Sekolah sebagai Majelis Pembina Gugus (Mabigus) memiliki peran penting dalam membentuk watak anak didik yang bergabung dalam gerakan Pramuka di masing-masing sekolah.

“Orientasi ini dimaksudkan agar Kepala Sekolah memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai ketua majelis Gugus depan,” ujarnya melalui Rilis yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma, AP.

Dirinya yakin dengan mempelajari secara sungguh-sungguh materi yg diberikan seperti AD/ART, sejarah, UU nomor 12 tahun 2010 tentang Pramuka, tugas dan fungsi Mabigus serta pendidikan kepramukaan seluruh peserta dapat menerapkan hasil kegiatan ini di sekolah masing.

Usai mengikuti kegiatan orientasi, Bupari berharap para Kepala Sekolah dapat membentuk dan mewujudkan gerakan Pramuka yang berkualitas. Sebab bila Mabigus mampu berkiprah optimal di masing-masing gugus depan, maka dengan sendirinya hal ini akan turut meningkatkan peran gerakan Pramuka di Kabupaten Bima.

Selain itu, kepada para peserta yang berkesempatan mengikuti orientasi di SDN 2 Sape ini, Bupati berharap Pramuka dapat menjadi pilar pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bima.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *