KPU NTB Pastikan Kesiapan Pilkada Serentak

Kota Bima, Kahaba.- Di Tahun ini, ada enam daerah di Provinsi NTB akan menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) dengan sistim pemilihan langsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB pun memastikan kesiapan enam daerah itu untuk melaksanakan Pilkada yang diperkirakan digelar pada 16 Desember 2015 mendatang.

Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori

Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori

“Kesiapan itu salah satunya yakni didukung anggaran dari enam Kabupaten maupun Kota untuk menggelar Pilkada,” ujar Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori, Selasa (13/1) via telepon seluler.

Menurut dia, anggaran untuk enam daerah itu telah disetujui Pemerintah Daerah dan dilaporkan kepada KPU Provinsi NTB. Seperti Kota Mataram, persiapan anggarannya sebesar Rp 11 Miliar, Kabupaten Lombok Utara (KLU) Rp 8 Miliar, Lombok Tengah (Loteng) sebesar Rp 28 Miliar, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebesar Rp 7 Miliar, Kabupaten Dompu Rp 12 Miliar dan Kabupaten Bima sebesar Rp 18 Miliar.

“KPU RI saat ini sedang mematangkan dan merampungkan PKPU Pemilukada. Nantinya KPU Kabupaten dan Kota akan membuatnya dalam bentuk pedoman tehnis. Sedangkan pelaksanaan Pemilukada direncanakan pada Tanggal 16 Desember 2015,” jelas Ketua KPU NTB.

Secara terpisah, Ketua KPU Kabupaten Bima melalui Sekretaris, Drs. Aidin mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu draf jadwal tahapan Pilkada yang disusun KPU RI. Sebab untuk Pilkada kali ini semua tahapan diatur KPU RI karena dilaksanakan serentak di enam daerah di NTB.

Selain itu, pembahasan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 oleh DPR RI juga masih ditunggu sebagai acuan.

“Belum ada tahapan Pilkada yang dilaksanakan KPU di daerah karena masih menunggu drafnya. Kita saat ini hanya membahas dan mengkaji peraturan KPU yang diperkirakan akan banyak perubahan lagi,” tambahnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *