Akibat Banjir, Empat Rumah di Dodu Hanyut

Kota Bima, Kahaba.- Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, akibat banjir, (Baca. Sejumlah Wilayah di Kota Bima Terendam Banjir) Sabtu (24/1), empat rumah di Kelurahan Dodu hanyut dibawa banjir. Sementara sejumlah rumah di Kelurahan lain, hanya terendam.

Banjir di Kota Bima. Foto: Erde

Banjir kiriman dari Wawo menuju sungai di Kota Bima. Foto: Erde

Kepala BPBD Kota Bima, Drs. HM. Fakhrunroji, ME mengakui, pihaknya sudah mendata dan hanya di Kelurahan Dodu yang rumahnya hanyut dibawa banjir. Empat rumah itu masing-masing tiga unit rumah di Dodu I, dan satu unit di Dodu II.

“Sementara di Kelurahan lain seperti di Lampe dan Kodo hanya mengalami kerugian hasil ternak dan pertanian,” ujarnya, Senin (26/1).

Diakuinya, saat ini pihaknya masih melakukan mendata dan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan. Sementara untuk bantuan tanggap darurat berupa sandang dan papan sudah diserahkan bersama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sejak Sabtu lalu.

“Hari ini tim saya sedang turun untuk melakukan survei dan mendata lagi, untuk mengetahui berapa nilai rumah yang hanyut, sehingga bisa ditentukan berapa biaya yang harus kita bantu,” katanya.

Sementara di Kampung Sigi Kelurahan Paruga, lanjutnya, hanya tergenang. Banjir di lingkungan itu karena luapan dari Sungai Padolo. “Kami juga sedang invetarisir dan nanti kami akan koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,” tuturnya.

Untuk upaya jangka panjang, pihaknya harus mengembalikan lagi kondisi hutan baik yang ada di Kota Bima maupun Kabupaten Bima, yang berpengaruh langsung dengan kondisi wilayah Kota Bima.

Kemudian soal tanggul, diwilayah timur memang harus dinormalisasi. Sementara tanggul di Paruga yang diminta warga untuk ditinggikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *