Dituduh Kepsek, Guru Pingsan dan Diopname

Kota Bima, Kahaba.- Dra. Aminah, Guru di SMAN 2 Kota Bima terpaksa dilarikan ke RSUD Bima dan diopname, karena shock dan pingsan setelah mendengar tuduhan Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bima Imran, S.Pd di depan umum, Senin (2/2).

Ilustrasi

Ilustrasi

Guru mata pelajaran IPS Geografi itu kaget setelah dituduh telah menyebar fitnah sehingga menyebabkan sejumlah guru – guru setempat tidak akur dengan Imran.

“Selesai upacara hari Senin, Imran menuduh istri saya didepan orang banyak. Katanya, istri saya yang telah menyebar fitnah sehingga Kepala sekolah dan guru-guru lain tidak akur,” ujar suami Amina, Lutfi, Rabu (4/2).

Menurut dia, prilaku Kepsek itu Arogan dan tidak menunjukan sikap seorang pemimpin, terlebih guru. Jika ada persoalan, mestinya dibicarakan baik-baik. Tidak harus mengumbar di depan orang banyak.

“Apa bukti istri saya yang telah menyebar fitnah. Hanya karena isu tidak jelas, istri saya yang kemudian harus menjadi korban,” tuturnya.

Lutfi yang juga anggota Pol PP Kota Bima itu tidak terima dengan perlakuan Imran. Beberapa kali dirinya mendatangi mantan Humas SMAN 4 Kota Bima itu di sekolahnya, namun tak pernah dijumpai.

“Dua kali saya datang, tapi guru – guru setempat menyembunyikan Imran. Saya hanya ingin tanya, kenapa menuduh istri saya seperti itu,” katanya.

Prilaku Kepsek itu pun telah dilaporkan ke Kepala Dinas Dikpora Kota Bima. Bahkan dirinya berencana akan melapor ke Walikota Bima, untuk dipanggil dan diberikan pembinaan.

“Bila perlu dicopot saja dari jabatannya. Kepala Sekolah macam apa itu, yang tidak tau sopan santun dan etika,” tegasnya.

Sementara itu, Imran yang ditemui di ruangannya, memilih untuk tidak ingin berkomentar. “No Coment. Saya lebih baik tidak berkomentar,” ujarnya singkat.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *