LIDIK Lapor Proyek TPA ke Jaksa

Kota Bima, Kahaba.- Mencium aroma korupsi pada proyek pengadaan alat kelola sampah dan pembangunan sarana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bima, Lembaga Investigasi dan Penyelidikan Kasus (LIDIK) Bima melaporkannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima. (Baca. Dugaan Korupsi Irigasi Dam Pela Parado Dilapor ke Jaksa)

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kami sudah melapor proyek yang sumber anggarannya dari APBN Tahun 2013-2014 itu ke ke Kejari Raba Bima sejak Senin (2/2). Kita berharap pihak Jaksa segera menindaklanjutinya,” Harap Ketua LIDIK Bima Sirnawan, Kamis (5/2).

Alasan dirinya melapor proyek itu, karena diduga pengadaan tidak sesuai dengan spek. Alat yang seharusnya dibeli bermerk Jerman atau Jepang, pelaksana pengadaan malah membeli alat diluar ketentuan. “Semua alat pengadaan yang dibeli itu tidak berkualitas,” tudingnya.

Berdasarkan hasil investigasi LIDIK, lanjutnya, sebagian alat seperti mesin yang dibeli bekas dan dicat ulang sehingga kelihatan baru dan mengkilat.

“Mesin yang dibeli itu bermerk Dongfe dari Cina dan alat pengangkut sampah merk Case buatan Amerika. Ini tentu sudah menyalahi ketentuan, makanya kami lapor ke Kejari,” jelasnya.

Sambung Sirnawan, pagu dana proyek TPA itu senilai Rp 9 Miliar lebih. Pekerjaan itu pun harus ditindaklanjuti secepatnya oleh Kejari Raba Bima, agar kerugian negara bisa segera diketahui dan menyeret sejumlah oknum yang terlibat.

Secara terpisah, Kajari Raba Bima melalui PLT Pidana Khusus (Pidsus) Reza Safetsila, SH membenarkan jika kasus dugaan korupsi pengadaan alat dan pembangunan sarana dan prasarana di TPA Kota Bima telah dilaporkan LSM LIDIK. “Iya, laporannya telah kami terima,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Kebersihan, Pertaman dan Pemakaman Kota Bima Ir. Hj. Siti Jaenab mengaku, pagu anggaran pengadaan alat hingga pembangunan sarana dan prasarana TPA itu, hanya Kementrian PU yang mengetahuinya. Kota Bima saat itu, hanya sebagai penerima manfaat.

“Lagipula hingga saat ini TPA itu belum diserahterimakan oleh Kementrian PU ke Kota Bima. Itu saja yang saya ketahui,” katanya singkat saat dihubungi via Hp.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *