Pemerintah Didesak Segera Islah Menyeluruh Warga Tanjung-Dara

Kota Bima, Kahaba.- Bentrok Tanjung dan Dara hingga saat ini masih menyisakan efek sosial di masyarakat. Pasalnya, hingga kini belum ada upaya islah menyeluruh dari Pemerintah Kota Bima.

Tokoh Pemuda Kelurahan Dara, Efen. Foto: Bin

Tokoh Pemuda Kelurahan Dara, Efen. Foto: Bin

Pemerintah Kota Bima pun diminta tidak tinggal diam untuk mempertemukan kedua warga kampong dimaksud. Agar kedua belah pihak bisa kembali akur dan nyaman menjalankan aktivitas.

Tokoh Pemuda Kelurahan Dara, Efen meminta kepada Pemeritah Kota Bima untuk segera menagmbil langkah islah menyeluruh untuk dua Kelurahan tersebut. Karena hingga saat ini, pihaknya masih was-was dan terbatas menjalankan aktivitas.

“Kami mendengar ada rencana Pemerintah Kota Bima melakukan islah menyeluruh, mempertemukan seluruh warga, tapi hingga saat ini tak kunjung dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyesalkan lambannya sikap yang diambil Pemerintah Kota Bima. Padahal, bentrokan telah berlalu cukup lama. Mestinya, pemerintah tidak membiarkan suasana tidak harmonis seperti saat ini terus terjadi. Sebab dampaknya sangat dirasakan kedua belah pihak warga.

“Kondisi tidak nyaman seperti ini dirasakan semua warga, bukan hanya saya. Jadi kami mohon, segera diadakan islah agar kita kembali rukun,” pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Bima, M. Syafe’i, ST. Ia sangat memahami ketidaknyaman kedua pihak pasca bentrokan yang terjadi. Memang seharusnya tindaklanjut pertemuan untuk perdamaian segera dilakukan Pemerintah Kota Bima. Tentunya tanpa mengesampingkan proses hukum dalam persoalan tersebut.

“Kita juga mendorong pemerintah segera fasilitasi perdamaian kedua kampung. Jangan dibiarkan seperti ini, kasihan warga tidak leluasa beraktivitas karena kuatir terjadi hal yang tidak diinginkan lagi,” tandasnya.

*Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *