FPRB Siap Laksanakan Tugas Advokasi Pra Bencana

Kota Bima, Kahaba.- Ingin berperan penting melakukan advokasi pengurangan resiko bencana, saat ini Pemerintah Kota Bima menginisiasi pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). Keberadaanya pun siap melakukan tugas pra bencana.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

Anwar Arman, SE yang dipercaya menjadi Ketua FPRB mengatakan, tugas pokok yang akan dilaksanakan forum itu diantaranya, melakukan upaya antisipasi terjadinya bencana di Kota Bima. Kemudian melakukan advokasi terkait resiko dan dampak bencana serta memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengurangi resiko bencana.

“Sederhananya, tugas FPRB adalah menjadi mitra pemerintah untuk membantu antisipasi bencana. Artinya kerja kita lebih pada upaya sebelum terjadinya bencana. Sebab ada forum lain yang bekerja disaat bencana dan pasca bencana terjadi,” jelasnya di DPRD Kota Bima, Selasa (10/2).

Diakuinya, FPRB sebenarnya sudah lama terbentuk. Bahkan sudah ada di enam kelurahan yang dibentuk Pemerintah Kota Bima bersama OXFAM, lembaga mitra dari Australia, untuk menjadi Kelurahan Tangguh.

Dan dalam waktu dekat, setelah FPRB tingkat Kota Bima dilantik, pihaknya berencana membentuk pengurus di enam Kelurahan lagi. Kemudian menyusul semua kelurahan lainnya hingga 38 pengurus.

Anwar menjelaskan, FPRB Kota Bima diisi oleh berbagai elemen dan latar belakang. Seperti Anggota DPRD, Akademisi, Mahasiswa, Pengusaha maupun Insan Pers. Komposisi kepengurusan itu diharapkan mampu berperan penting dalam membantu masyarakat dengan cara yang terorganisir dengan baik.

“Kita tentunya tidak ingin pasrah begitu saja menghadapi bencana, tetapi harus ada ikhtiar. FPRB inilah salah satu ikhtiar kita,” ungkap pria yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Bima itu.

*Bin/Erde

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *