Secara Sepihak, BRI Bima PHK Empat Pegawai

Kota Bima, Kahaba.- Musibah menimpa empat orang pekerja kontrak BRI Cabang Raba Bima yang menjabat sebagai Mantri Kontrak setara Job Grade (JG) 03. Keempat orang itu mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh pimpinannya. (Baca. Korban PHK BRI Melapor ke Komnas HAM dan Ombdusman)

Empat orang pegawai Bank BRI Cabang Bima yang di PHK secara sepihak menunjukan surat PHK yang masing-masing diterima. Foto: Bin

Empat orang pegawai Bank BRI Cabang Bima yang di PHK secara sepihak menunjukan surat PHK yang masing-masing diterima. Foto: Bin

Empat orang dimaksud masing-masing Ade Norma, Mantri Kontrak BRI Unit Naru Kantor Cabang (Kanca) Raba Bima, Noerrachmat Mantri Kontrak BRI Unit Bolo Kanca Raba Bima, Chandra Adiwinata Mantri Kontrak BRI Unit Woha Kanca Raba Bima dan M. Ikbal Ritauldin Mantri Kontrak BRI Unit Rasanae. (Baca. Di BRI Bima, Kelebihan Jam Kerja Tidak Dibayar)

Iqbal yang ditunjuk tiga rekannya menjadi juru bicara saat bertemu dengan pekerja media menjelaskan duduk persoalannya. Sesuai Surat Perjanjian Kerja Nomor B. 7654/KW-XI/SDM/08/2012 atas nama dirinya, Surat Perjanjian Kerja Nomor B. 7656/KW-XI/SDM/08/2012 Atas nama Chandra Adiwinata, Surat Perjanjian Kerja Nomor 7655/KW-XI/SDM/08/2012 Atas nama Ade Norma dan Surat Perjanjian Kerja Nomor B. 7657/KW-XI/SDM/08/2012 Atas nama Noerrachmat. Terhitung mulai tanggal 10 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 9 September 2013 dipekerjakan sebagai Mantri Kontrak Setara JG Golongan 03 dengan sasaran dan tugas – tugas sebagai Mantri Komersil.

“Terkait perihal penetapan itu, maka keluar Surat Keputusan (SK) Nomor B. 2031/KC-XI/LYI/08/2012 tanggal 16 Agustus 2012 tentang penempatan Mantri Kontrak Setara JG Golongan 03 untuk penugasan ditempat unit kerja masing-masing,” ujarnya, Rabu malam, (11/2).

Namun, ditengah jalan terjadi pembagian jenis kredit (Segmentasi) melalui SK NOKEP. 007/KC-XI/LYI/01/2013 tanggal 14 Januari 2013 tentang Mutasi Pekerja BRI Kanca Raba Bima, dimana mereka sebagai Mantri Kontrak Komersil (Usaha) berubah menjadi Mantri Kontrak GBT (Golongan Berpenghasilan Tetap).

“Bulan September 2013 saat berakhirnya masa kontrak, kami membuat evaluasi hasil kerja pencapaian untuk diangkat menjadi Pegawai Tetap,” katanya.

Lanjut Iqbal, meneruskan Surat Kantor Pusat Nomor B. 18-DIR/BRM/01/2013 tanggal 11 Januari 2013 Kemudian Keluar Surat B. 733/KC-XI/LYI/04/2013 Tanggal 1 April 2013 Tentang Penetapan Standar Target Individu Mantri. Tapi faktanya, surat itu masih menempatkan mereka sebagai Mantri GBT.

Kemudian, terjadi mutasi Pekerja BRI Kanca Raba Bima melalui Surat Keputusan (SK) NOKEP. 38/KC-XI/LYI/01/2014 Tanggal 17 Januari 2014 tentang Mutasi dan Rotasi Pekerja. Namun faktanya, mereka tetap dibiarkan sebagai Mantri Kontrak GBT.

“Faktanya lainnya, bahwa Manajemen BRI Kanca Raba Bima dalam hal ini Pemimpin Cabang Marfis Antonius dan AMBM (Asisten Manajer Bisnis Mikro) Lalu Fadlan secara sengaja dan dibiarkan terus menerus menugaskan kami sebagai Mantri Kontrak GBT,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Iqbal, melalui Surat Nomor B. 7779/KW-XI/SDM/08/2014 tanggal 19 Agustus 2014 tentang Hasil Evaluasi Akhir Mantri JG Golongan 3, mereka mendapat pemberitahuan Perpanjangan Kontrak. Namun yang terjadi, faktanya untuk perpanjangan kontrak kedua tidak ada addendum perpanjangan kontrak kerja untuk ditandatangani sebagaimana yang termuat dalam surat diatas. Lalu, jangka waktu perpanjangan kontrak kedua terhitung mulai tanggal 10 September 2013 sampai dengan 9 September 2014, sedangkan datang pemberitahuan melalui surat diatas tanggal 19 Agustus 2014.

“Jumat Tanggal 30 Januari 2015 kami mendapat pemberitahuan resmi yang disampaikan dan dibacakan oleh Pemimpin Cabang Marfis Antonius sehubungan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” tuturnya.

Melanjutkan surat kantor wilayah BRI Denpasar Nomor R. 50 /KW-XI/SDM/01/2015 Tanggal 19 Januari 2015, Keluar Surat dari Kanca Raba Bima Surat No. R. 02/KC-XI/SDM/02/2015 Tanggal 02 Februari 2015 Tentang Pemberitahuan Pemutusan Kontrak Kerja Mantri Kontrak Atas nama M. Ikbal Ritauldin, Surat No. R. 03/KC-XI/SDM/02/2015 Tanggal 02 Februari 2015 Tentang Pemberitahuan Pemutusan Kontrak Kerja Mantri Kontrak Atas nama Chandra Adiwinata, Surat No. R. 04/KC-XI/SDM/02/2015 Tanggal 02 Februari 2015 Tentang Pemberitahuan Pemutusan Kontrak Kerja Mantri Kontrak Atas nama Ade Norma dan Surat No. R. 01/KC-XI/SDM/02/2015 Tanggal 02 Februari 2015 Tentang Pemberitahuan Pemutusan Kontrak Kerja Mantri Kontrak Atas nama Noerrachmat.

“Dalam surat itu, kontrak kerja kami sebagai Mantri di BRI Kanca Raba Bima telah berakhir terhitung mulai tanggal 16 Januari 2015,” sebutnya.

Dari uraianya tersebut, Iqbal mengaku, alasan Kantornya yang menyebutkan mereka telah gagal mencapai target merupakan upaya untuk memutarbalikan fakta dan manajemen BRI Kanca Raba Bima dinilai tidak komitmen.

Karena Kegagalan mereka mencapai Target disebabkan kesalahan Manajemen BRI Kanca Raba Bima yang memindahkan mereka dari Mantri Komersil berdasarkan Kontrak Kerja Kanwil menjadi Mantri GBT (Segmentasi) berdasarkan Surat Keputusan Nokep. 007/KC-XI/LYI/01/2013 Tanggal 14 Januari 2013 Tentang Penempatan Mantri Kontrak Setara JG. 03 untuk penugasan ditempat unit kerja masing-masing.

“Kesalahan itu secara sengaja dilakukan dan dibiarkan secara terus menerus oleh manajemen PT. BRI Kanca Raba Bima melalui Surat B. 733/KC-XI/LYI/04/2013 Tanggal 1 April 2013 Tentang Penetapan Standar Target Individu Mantri dan Surat Keputusan (SK) NOKEP. 38/KC-XI/LYI/01/2014 Tanggal 17 Januari 2014 Tentang Mutasi dan Rotasi Pekerja Raba Bima, yang nyata-nyata masih menempatkan kami sebagai Mantri Kontrak GBT,” tudingnya.

Padahal, mereka sudah mengabdi dan bekerja pada PT. BRI Kanca Raba Bima selama 2 Tahun 4 Bulan secara terus menerus, tanpa henti dan tidak pernah melakukan hal – hal yang merugikan Perusahaan (Fraud).

Dinilainya, PHK yang dilakukan oleh PT. BRI telah memberi dampak yang sangat buruk dan mempengaruhi kami secara Psikologis, Ekonomis dan Finansial bagi kami dan khususnya Bagi Keluarga. Dengan ini mereka menuntut secara umum PT. BRI (Persero) Tbk dan secara khusus Pemimpin Cabang BRI Kanca Raba Bima Marfis Antonius dan AMBM (Asisten Manajer Bisnis Mikro) Lalu fadlan untuk mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah dikeluarkan yang secara sengaja dan dilakukan terus menerus menyimpang dari aturan yang berlaku. Yang merugikan kami secara Moril dan Materil.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Kanca Raba Bima Marfis Antonius yang berusaha ditemui di kantornya, tidak berada di tempat. Sekretarisnya mengaku pimpinannya sedang berada di luar daerah.

Demikian saat ditanyakan keberadaan AMBM (Asisten Manajer Bisnis Mikro) Lalu fadlan, Sekretaris itu mengaku tidak berada di ruangan. “Nanti kita hubungi jika Pak Lalu Fadlan sudah kembali ke kantor,” katanya. Namun hingga berita ini dinaikan, belum ada kabar dari Sekretaris dimaksud.

Lalu, saat nomor Handphone milik Marfis Antonius dihubungi, tidak menjawab telepon. Demikian pula saat di SMS, Marfis tidak menjawab.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. arief Rachman

    bagaimana isi kontrak kerjanya, apakah mengatur tetntang pemutusan kerja? kalau sudah diatur dan diakad harus legowo. tetapi, kalau memang belum diatur monggo guagat sampai selesai

  2. fadlun

    Kebanyakan para atasan menempatkan karyawannya diluar job desk berdasarkan kemampuan karyawan. Tapi jika sampai di phk berarti Ada Yang salah dengan kinerja Dan watak karyawan. Yang perlu diperhatikan target dari pusat harus bisa dipenuhi tanpa terkecuali. Tapi jika target dari pimpinan cabang juga tidak dipenuhi maka pimpinanpun tidak akan bisa mempertahankan karyawan tsb. Biasanya akan Ada konfirmasi dari kantor pusat mengenai kinerja pegawai ke pimpinan unit. Jika pimpinan merasa tidak Ada kontribusi maka karyawan tsb tidak akan diperjuangkan.

  3. widia

    Saya melakukan pinjaman kur bri di kantor unit bri ciracas sebesar 15 juta
    rupiah lewat petugas bri yang ditunjuk saudari yenni yaitu saudara ari.
    Namun pinjaman ini bukan saya sendiri yang memakai melainkan dipinjam
    saudari yenni yunita mantri briguna bri unit ciracas. Adapapun pinjaman ini
    tanpa melalui jalan survei dan langsung disetujui namun pada perjalanan
    saudari yenni tidak mengembalikan uang yg kami pinjam bersama dengan nama
    saya di bri. Saya sudah mengingatkan agar saudari yenni mengembalikan dan
    terpaksa saya harus menempuh jalur hukum Sebab dana tersebut juga ditengarai untuk mengugurkan kandungan saudari yenni hasil hubungan gelap dengan pacarnya ini pun bukan kali pertama dimana ibu yenni meminjam untuk mengugurkan kandungan dimana sudah terjadi 3 kali bahkan lebih mengugurkan kandungan. meski saya pun akan terkena
    akibatnya. Namun jika saya harus melunasi sendiri saya tidak mampu. Adapun
    data Saudari yenni yunita mantri bri kantor unit ciracas dan nomor Rekening
    pinjaman 0949.01.008078.10.0 an widia dwimurti untuk mengecek kebenaran
    tersebut. Sungguh saya kecewa dengab tanggapan bri yang terkesan membiarkan
    kasus ini berlarut larut. Dan saudari yenni malah berbalik mengancam saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *