Wawali: Koperasi Hidupkan Geliatkan Ekonomi Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota (Wawali) Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri acara Diklat Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD bagi pengurus koperasi dan KUD Se-Kota Bima, di Aula SMKN 3 Kota Bima, Senin (16/02).

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE

Kegiatan yang diikuti 25 orang pengurus Koperasi se-Kota Bima yang digagas Dinas Koperindag Kota Bima dihadiri sejumlah Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima, Asisten II Setda Kota Bima Hj. Rini Indriati, Staf Ahli bidang Perekonomianm dan Keuangan Muhaimin SE. Pelatihan akan digelar selama lima hari dari tanggal 16 Februari sampai dengan 20 Februari 2015 mendatang.

Wawali dalam arahannya menyampaikan, koperasi tidak hanya memberikan warna tersendiri bagi pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Lebih dari itu terbentuknya koperasi di masing-masing Desa telah terbukti mampu membantu masyarakat memberikan rasa aman, nyaman dan terpercaya dalam melakukan roda usaha ekonomi.

Dijelaskannya, dahulu koperasi pernah mengalami masa kejayaan, hal itu ingin dibangun kembali. Falsafah koperasi dinilainya sangat tepat dengan ciri masyarakat Indonesia yakni semangat kebersamaan dan gotong-royong, sehingga koperasi dianggap menjadi roh masyarakat Indonesia.

“Tidak berfungsinya KUD secara maksimal, mungkin disebabkan oleh potret masa lalu yang kelam. Banyak KUD yang tidak dikelola dengan baik, bahkan diselewengkan oleh sebagian oknum-oknum pengurus KUD. Kendala seperti ini masih sering kali kita temui. hal ini diakibatkan pengurus koperasi yang belum terampil, belum memiliki kesadaran berkoperasi sehingga mengakibatkan tidak jujur dan tidak bertanggung jawab dalam pengelolaannya,” jelasnya melalui Rilis yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali, S. Sos.

Kegiatan diklat tersbeut diapresiasinya sebagai langkah konkrit  dalam memperbaiki tatanan manajemen koperasi yang baik perlu dilakukan. Diantaranya dengan kegiatan diklat manajemen pengelolaan koperasi  seperti yang dilaksanakan.

“Maju mundurnya KUD bergantung sungguh pada SDM yang mengelola KUD tersebut. Jika KUD dikelola dengan baik, maka kemajuan akan tampak dengan jelas. Demikian pula sebaliknya, jika KUD dikelola tidak secara profesional, maka umur KUD amatlah pendek,” paparnya.

Diharapkannya dari pelatihan ini dapat menghasilkan pengurus-pengurus  KUD yang tentu memiliki kualitas sumber daya manusia yang profesional dan menyadari sungguh bahwa kesadaran berkoperasi dan kepercayaan anggota menjadi modal utama dalam mengembangkan koperasi.

“Tentunya kita tidak ingin potret kelam di masa lalu kembali terulang. kepercayaan menjadi modal dasar agar KUD dapat terus berjalan dengan baik. Inilah esensi utama dari pelaksanaan diklat pada hari ini,” yakinnya.

Dipesannya kepada Dinas koperindag sebagai leading sector agar terus memberikan dukungan positif terhadap keberadaan KUD, karena keberlangsungan KUD ini tidak hanya berpengaruh pada masyarakat saja namun lebih dari itu akan mempengaruhi roda ekonomi daerah di masa-masa mendatang.

*Bin/Hum 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *