Miskin Tenaga Security di RSUD Bima

Bima, Kahaba.- Rumah sakit yang sehat tentu harus dilengkapi dengan aparat keamanan atau security yang ideal. Tapi, potret miskinnya tenaga security di Rumah Sakit Umum Daerah Bima sangat mencengangkan. Hanya delapan orang tenaga sucurity di sana. Idealnya, sebuah rumah sakit minimal memiliki 15 orang tenaga keamanan.

Rumah Sakit Umum Daerah Bima/Foto: Buser

Hal ini diakui sumber Kahaba yang tidak ingin dituangkan namanya. Ia mengkhawatirkan dengan kekurangan security akan berdampak pada tidak optimalnya pelayanan keamanan yang ada. Tidak mungkin sebuah RSUD di jaga hanya seorang dalam sehari.

“Mungkin saja kondusi RSUD berjalan aman, jika tak ada masalah yang terjadi. Namun, akan menjadi masalah lain ketika kondisi keamanan terancam. Seperti, kehilangan barang pasien atau terjadi keributan antara keluarga pasien dan tenaga medis,” keluhnya.

Menanggapi kekurangan tenaga security ini pun, Kasubag Kepegawaian RSUD Bima, Rusli, angkat bicara. Kepada Kahaba, Rusli menjelaskan, bahwa sebenarnya tenaga medis sudah ditambah dalam rekruitmen tenaga kontrak beberapa waktu yang lalu. Tapi, mereka sudah ditempatkan di Rumah Sakit Sondosia.

“Hal ini menjadi dilema. Kami hanya memiliki 8 tenaga security, yang idealnya harus berjumlah 15 orang,” jelas Rusdi.

Ia manambahkan, bahwa pihak manajemen RSUD Bima bukannya tidak mengusulkan untuk menambahkan tenaga keamanan yang ada. Namun, langkah ini terbentur aturan dengan ditiadakannya penambahan tenaga kontrak dan ketersediaan anggaran yang ada.

“Kami harapkan, pimpinan dapat mempertimbangkan keadaan tenaga security dan kondisi keamanan di RSUD,” Jelas Rusdi, 8 Mei 2012, di ruangannya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *