Kebijakannya Soal Cuti dan Lembur, Marfis Minta Bukti

Kota Bima, Kahaba.- Setelah diserang empat mantan karyawannya soal kebijakan cuti dan lembur yang dinilai semena – mena, Kepala BRI Cabang Bima Marfis Antonius justeru meminta bukti – bukti jika dirinya memaksa karyawannya bekerja. (Baca. Di BRI Bima, Kelebihan Jam Kerja Tidak Dibayar)

Kepala BRI Cabang Bima Marfis Antonius. Foto: Bin

Kepala BRI Cabang Bima Marfis Antonius. Foto: Bin

“Soal Cuti, kita menghargai itu hak. Selama ini kami pun tidak pernah menerima surat pengajuan Cuti selama 12 hari. Kalau ada, mana bukti itu,” katanya, Selasa (17/2).

Demikian pun yang diajukan oleh Iqbal. Menurutnya, pria yang juga telah di PHK itu hanya mengajukan cuti nikah selama lima hari. “Iqbal hanya cuti lima hari dan saya berikan sesuai pengajuan. Saya juga tidak pernah menjawab jika cuti 12 hari itu kebanyakan,” elaknya dan menambahkan, selama ini tidak ada dasar mereka minta cuti selama 12 hari. (Baca. Kebijakan Cuti dan Lembur BRI Bima, Langgar Aturan)

Kemudian mengenai kerja lembur, ia beralasan jika pihaknya juga punya aturan yang selama ini selalu diikuti. Mengenai sorotan bekerja hingga lebih dari waktu yang ditentukan, karena karyawannya juga haus menyelesaikan target.

“Tidak benar kami mempekerjakan hingga pukul 22.00 WITA, kamit idak menerapkan kerja rodi. Kelebihan jam kerja selama ini jika ada hal yang bersifat rutin seperti mengejar target untuk dicapai. Jadi, ya harus diselesaikan,” jelasnya.

Lalu soal grebek pasar pada hari Sabtu dan Minggu, atau pekerjaan diluar pekerjaan rutin diakuinya ada dan punya Surat Perintah Lembur (SPL). Selama ini pun melalui SPL upah lembur tetap dibayar.

“Kalau memang kami tidak membayar, silahkan tunjukan buktinya, agar tidak menjadi fitnah. Kalau empat orang itu juga merasa selama lemburnya tidak kami bayar, ya nanti kita bayar,” ucapnya.

Dia menambahkan, dari seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya, Marfis meminta agar dibuktikan dengan surat cuti atau bukti soal tidak membayar uang lembur.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *