Bupati Bima Buka Sosialisasi Kurikulum Program Vokasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Drs. H. Syafrudin HM Nur. M.Pd Senin (23/2) membuka secara resmi kegiatan sosialisasi kurikulum program Vokasi Unram program study di luar Domisili (PDD) di Kampus Vokasi Unram Sondosia Kecamatan Bolo.

Bupati Bima saat membuka Sosialisasi Kurikulum Program Vokasi. Foto: Hum

Bupati Bima saat membuka Sosialisasi Kurikulum Program Vokasi. Foto: Hum

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Vokasi Unram Prof. DR.Ir.M.Ikhsan, MM, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unram Prof. Lalu Wiryasatya Karyadi, MS, para kepala SKPD dan kepala SMAN/SMKN Se- Kabupaten Bima.

Bupati Bima dalam arahan mengatakan, sosialisasi kurikulum yang secara khusus mengundang para kepala Sekolah dan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima dan Kota Bima ini memiliki arti strategis baik bagi masa depan Program Vokasi Universitas Mataram di Kabupaten Bima maupun bagi pihak sekolah, SKPD terkait, orangtua Calon mahasiswa dan para pemangku kepentingan bidang pendidikan di daerah ini.

“Sebab sosialisasi Kurikulum merupakan wahana interaksi secara dialogis diantara para pihak sehingga dapat memahami secara utuh prospek dan mendapatkan gambaran menyeluruh atas suatu program studi,” ujarnya melalui Rilis yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma, AP.

Oleh karena itu kedepanya para Kepala Sekolah memiliki peran yang cukup penting sebagai penyambung lidah pihak Universitas Mataram dalam menyebarluaskan informasi terkait program studi yang dibuka di Kabupaten Bima.

Bupati Bima juga berharap kepada para kepala sekolah dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi agar memanfaatkan secara optimal forum ini dalam rangka menciptakan SDM yang handal.

Sementara itu, Direktur Vokasi Unram Prof. DR.Ir.M.Ikhsan, MM dalam laporan memaparkan visi dan misi yang ingin diangkat untuk membangun program vokasi ini kedepanya menjadikan lembaga pendidikan profesional yang menghasilkan lulusan bermutu, terampil dan berdaya saing dalam bidang IPTEK dengan program studi kesehatan hewan dan produksi ternak serta program studi Agroindustri.

Program studi kesehatan hewan dan produsi ternak memiliki tujuan mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan keahlian yang dimiliki. Sehingga setelah memasuki masa akhir perkuliahan para mahasiswa sudah dipersiapkan dengan keahlian masing – masing.

“Begitupula dengan program studi Agroindustri, ke depan mendapatkan kemampuan teknis dan operasional dalam bidang agroindustri agar mampu menangani teknologi fundamental, alat dan mesin industi pertanian”. Katanya.

Kurikulum program studi agroindustri ini disusun berdasarkan pertimbangan perkembangan ilmu dan teknologi pangan. Program studi ini mengacu pada kerangka kualifikasi nasional sehingga kedepan dapat membentuk SDM yang berkualitas.

Selain program studi tersebut, kedepan, kampus vokasi Unram Sondosia akan membuka program Studi Budidaya Perairan. Menurut Prof. Ikhsan Prodi baru ini untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan teknis yang berkualitas dalam bidang perairan payau. Selain itu mampu mengembangkan dan menerapkan terknologi budidaya perairan payauberdasarkan prinsip budidaya perairan berkelanjutan di masyarakat sekaligus dapat mendorong kemajuan masyarakat perikanan.

Sementara itu Wakil Rektor I Unram Lalu Wiryasatya Karyadi, MS menyampaikan, kehadiran kampus vokasi Unram setara jenjang D3 merupakan ide cemerlang dari Bupati Bima untuk membangun dunia pendidikan tinggi.

“Mari dukung gagasan ini demi menciptakan SDM yang handal; sekaligus sebagai cikal bakal berdirinya Politeknik Negeri Bima. Perguruan tinggi ini ke depan akan menampung generasi muda yang ingin mengenyam dunia pendidikan tinggi tidak perlu lagi jauh – jauh lagi karena sudah ada PTN di wilayah Kabupaten Bima,” ajaknya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *