Disosnakertrans Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Bima, Rabu (25/2) menggelar sosialisasi penempatan tenaga kerja luar negeri program penempatan dan perluasan kesempatan kerja (PPKK), di Aula Kantor Camat Rasanae Timur.

Ilustrasi

Ilustrasi

Asisten II Kota Bima Ir. Hj. Rini Indriati yang membuka secara resmi kegiatan itu mengapresiasi Dinas sosial yang menggelar kegiatan seperti tu, karena peran pemerintah adalah menyediakan lapangan pekerjaan dan menyejahterakan masyarakatnya.

Dia menginginkan masyarakat Kota Bima yang berangkat jadi TKI di luar negeri agar dibekali dengan kemampuan dan keterampilan, supaya nantinya bisa bekerja dengan baik karena nilai tawar tenaga kerja indonesia itu sangat rendah.

“TKI kita nilai tawarnya rendah dan hanya dijadikan sebagai pembantu rumah tangga saja, itupun di dominasi wanita,” ungkapnya melalui siaran pers yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali, S.Sos.

Di sisi lain, ia berharap masyarakat Kota Bima tidak tergiur untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri tetapi bisa melihat potensi alam Kota Bima untuk dikelola baik dari segi pertanian, peternakan, kelautan atau penambangan batu.

”Sekarang ini masyarakat Bima sedang gemar dengan batu akik, peluang ini bisa dijadikan pekerjaan apalagi nilai jualnya tinggi, jadi jangan mencari-cari pekerjaan tapi bagaimana kita bisa menciptakan pekerjaan,” pungkas mengakhiri sambutan.

Kegiatan itu diikuti 100 peserta yang terdiri dari camat dan lurah se Kota Bima, kepala cabang PPTKIS dan petugas dinas terkait, Dinas Dukcapil, Satpol PP dan Kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Produktifitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disosnakertrans, Drs. Amsor melaporkan maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk mewujudkan hak dan kesempatan yang sama bagi tenaga kerja, memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak dengan tetap memperhatikan harkat, martabat, hak azasi manusia dan perlindungan hukum serta pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

Dijelaskannya, pada Tahun 2014 lalu lowongan kerja yang masuk pada Dinsosnakertrans berdasarkan Surat Perintah Rekrut (SPR) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB berjumlah 670 orang. Dari ratusan lowongan kerja tersebut hanya 182 orang saja yang berangkat ke luar negeri dengan negara tujuan Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Taiwan, Hongkong, Oman, Bahrain, dan Saudi Arabia berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bima.

Tahun lalu, banyak kendala yang dihadapi Disosnakertrans Kota Bima salah satunya adalah adanya perusahaan PPTKI yang coba mengelabui dengan memalsukan data atau rekomendasi, namun berkat kerjasama dengan pihak imigrasi kelas II Sumbawa permasalahan tersebut teratasi.

Hal lain adalah masih banyak warga Kota Bima yang mau berangkat ke luar negeri tanpa membawa dokumen resmi, “Atas dasar itulah kami melakukan sosialisasi ini” tambahnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *