Warga Penatoi Tegaskan Kampungnya Bukan Sarang Teroris

Kota Bima, Kahaba.- Memanfaatkan kunjungan anggota DPD RI Perwakilan NTB Robiatul Adawiyah, SE di BTN Penatoi, Rabu (4/3), salah seorang warga Kelurahan Penatoi Abdul Rais menegaskan jika selama ini, opini yang terbentuk tentang Kelurahan Penatoi disebut sarang teroris, keliru. Karena selama ini tidak ada teroris di Penatoi.

Kunjungan anggota DPD RI, Robiatul Adawiyah, SE di BTN Penatoi. Foto: Teta

Kunjungan anggota DPD RI, Robiatul Adawiyah, SE di BTN Penatoi. Foto: Teta

Kata dia, warga Penatoi selama ini diam-diam saja atas opini tersebut yang berkembang di Bima bahkan seluruh Indonesia. Opini itu, sangat membuat warga resah dan menjadikan Kelurahan Penatoi sasaran incaran penangkapan teroris oleh anggota Densus 88.

“Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, warga ditangkap oleh Densus dengan senjata lengkap, padahal warga itu tidak pernah berbuat apa-apa. Jadi, kami sudah sangat resah dengan opini yang sudah terbentuk atas ulah Polisi,” ungkapnya.

Rais juga meminta kepada Aparat dan Pemerintah Daerah (Pemda), agar bisa menjelaskan batas-batas kegiatan agama yang bisa dan tidak bisa dijalankan oleh warga Negara. Sebab, hanya karena rajin sholat dan ngaji, kemudian menuding jamaah sebagai teroris.

“Masjid kami, selalu ramai saat menjalankan ibadah berjamaah. Bisa dilihat, setiap jadwal sholat masjid selalu penuh,” ujarnya.

Anggota DPD RI Perwakilan NTB Rabiatul Adawiyah, SE menanggapi dingin atas pernyataan Rais itu. Ia mengatakan, untuk perosoalan keamanan dan ketahanan domain Komisi III DPD RI. Kebetulan yang menaungi komisi III, adalah Prof. Jendral Farouk Muhammad. “Saya tampung dulu, nanti saya serahkan ini ke Komisi III yang memiliki wewenang,” katanya singkat.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Bima Kota M. Yamin mengaku tidak pernah membentuk opini mengenai lingkungan Penatoi sebagai Sarang Teroris. Pihaknya hanya bertugas seperti biasa.

“Siapa yang bilang Penatoi Sarang Teroris. Jangan menyebutkan, kalau tidak mampu mempertanggungjawabkan. Tidak ada yang mengatakan hal itu,” tegasnya sembari menanyakan kembali.

Pihaknya hanya ingin masyarakat tidak terjebak pada hal-hal yang akan membahayakan dirinya sendiri. “Yang jelas, kami dan semua orang Bima tidak ada yang mengatakan bahwa Penatoi Sarang Teroris seperti yang dibahasakan oleh bapak sendiri,” katanya.

*Teta

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *